Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Pesantren Madani

Bina-Qurani-Pesantren-Madani-

Pengertian Pesantren Madani

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Pesantren adalah lembaga keagamaan yang merupakan tempat santri atau murid-murid untuk belajar ilmu agama Islam. Sedangkan Madani artinya adalah menjunjung tinggi nilai-nilai, norma-norma dan hukum yang ditopang oleh penguasaan iman, ilmu dan teknologi yang berperadaban.

Jadi dapat disimpulkan bahwa, Pesantren Madani adalah lembaga pendidikan agama Islam yang menjunjung tinggi nilai, norma, dan hukum berdasarkan keimanan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā, ilmu dan teknologi yang berperadaban.

Ilmu dan pengetahuan seorang santri sangat diharapkan bisa bermanfaat untuk orang lain di lingkungan sekitar agar dapat memberikan dampak positif terhadap perubahan kebiasaan dan pola pikir masyarakat. Untuk itu, perlu adanya keterampilan khusus yang dapat mentransfer ilmu yang diajarkan dari Pesantren Madani kepada masyarakat melalui santrinya.

Bina-Qurani-Pesantren-Madani-

Source: Photo By Pok Rie From Pexels

Keterampilan yang Diajarkan di Pesantren Madani

Di dalam Pesantren Madani, santri tidak hanya diberikan ilmu pengetahuan tentang agama Islam. Tetapi juga diberikan berbagai jenis keterampilan yang dapat mendukung serta menunjang tersampaikannya ilmu dan pengetahuan yang didapat oleh santri di dalam pesantren kepada orang lain di sekitarnya. Sehingga ilmunya dapat bermanfaat lebih luas.

Di antara keterampilan yang diajarkan Pesantren Madani kepada santrinya adalah seperti berikut:

  • Bersosialisasi dengan masyarakat
  • Berpidato
  • Kepemimpinan

Untuk lebih jelasnya, alangkah lebih baik apabila kami uraikan satu persatu terkait keterampilan yang diajarkan di Pesantren Madani.

1. Interaksi atau Bersosialisasi dengan Masyarakat

Pesantren Madani sangat memperhatikan betul akan interaksi sosial dengan realitas masyarakat di sekitarnya. Dengan adanya interaksi sosial, pesantren madani berharap para santrinya dapat mempengaruhi, mengubah atau bahkan memperbaiki keadaan masyarakat sekitar.

Interaksi sosial yang dilakukan Pesantren Madani berlandaskan pada sebuah semboyan yang berbunyi, “Muslim yang berbaur dengan masyarakat sekitar dan bersabar dalam menghadapi mereka, lebih baik dari seorang muslim yang tidak mau berbaur dengan orang lain dan tidak bersabar atas penderitaan mereka.”

Berbagai macam hal diajarkan kepada para santri agar dapat bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat sekitar. Para santri diajarkan dan dikenalkan sejak dini dengan berbagai macam problematika yang umumnya terjadi di kalangan masyarakat.

Keterampilan dalam hal interaksi sosial dengan masyarakat merupakan salah satu jalan agar ilmu (dakwah) Islam dapat tersampaikan kepada masyarakat. Inilah yang menjadi alasan, kenapa seorang santri harus mempunyai keterampilan sosial disamping ilmu pengetahuan yang dimilikinya.

Bina-Qurani-Pesantren-Madani-

Source: Photo By Madrosah Sunnah From Unsplash

2. Berpidato

Selain mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk dirinya sendiri, seorang santri yang belajar di Pesantren Madani juga diharapkan dapat menyebarkan ilmunya dan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Oleh karena itu, pesantren madani memberikan bekal kepada para santrinya sebuah keterampilan yang dengannya ilmu pengetahuan dapat tersebar lebih luas. Salah satu jalan tersebarnya hidayah ilmu kepada masyarakat adalah dengan berpidato.

Di bawah bimbingan dan pengawasan ketat dari para guru dan pengasuh, santri diharapkan dapat berpidato dengan baik. Membawakan materi secara lugas dan dengan bahasa yang dapat dimengerti. Dengan demikian masyarakat dapat menambah ilmu pengetahuan mereka, sehingga bertambahlah iman dan ketakwaan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

3. Kepeminpinan

Pesantren Madani sangat memperhatikan betul kebermanfaatan santrinya di lingkungan masyarakat. Perhatian ini dibuktikan oleh Pesantren Madani melalui pembentukan-pembentukan karakter kepemimpinan kepada para santrinya.

Kepemimpinan merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki oleh para santri. Dengan kepemimpinan yang bagus dapat meningkatkan kesuksesan penyebaran ilmu (dakwah) Islam. Begitu pula sebaliknya, dengan buruknya kepemimpinan maka penyebaran ilmu (dakwah) islam kepada masyarakat dapat terhambat.

Bina-Qurani-Pesantren-Madani-

Source: Photo By Chanikarn Thongsupa From Rawpixel

Penanaman karakter kepemimpinan harus dilakukan sedari dini, agar terbentuk santri yang bertauhid, berakhlak mulia dan mempunyai jiwa kepemimpinan.

Keseimbangan antara ilmu pengetahuan Islam dengan keterampilan yang dimiliki para santri, hendaknya diperhatikan oleh setiap lembaga pendidikan. Sehingga ilmu yang diajarkan, selain bermanfaat untuk para santri juga dapat bermanfaat untuk masyarakat dan membawa perubahan yang lebih baik.

Alasan itulah yang menjadi dasar, Pesantren Madani memberikan bekal santrinya dengan keterampilan-keterampilan yang sudah diuraikan di atas sebagai modal untuk menyebarkan ilmu islam.

Thumbnail Source: Photo By Voice Of Europe From Twitter

Artikel Terkait:
Boarding School Terbaik di Jawa Barat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Boarding School di Bogor #Boarding School Terbaik #Insan cendekia #pesantren madani #sekolah madani
Login