Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Bina-Qurani-Islamic-School-Pondok-Pesantren-Modern-dan-Tradisional
Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Secara umum, pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan Islam yang bersistem pondok atau asrama. Di dalam pondok pesantren, seorang santri atau pelajar akan diberikan pendidikan khusus. Mulai dari mempelajari, memahami, mendalami, menghayati, hingga mengamalkan ajaran Islam yang benar dengan penekanan pada pentingnya akhlak dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Sedangkan menurut peraturan Menteri Agama RI, disebutkan bahwa pondok pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang berbasis masyarakat, baik sebagai satuan pendidikan atau sebagai wadah penyelenggaraan pendidikan.

Pondok pesantren merupakan sebuah warisan, dan cikal bakal dari pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang mempunyai ciri khas dan keunikan tersendiri. Namun seiring dengan perkembangan jaman, ketradisionalan lembaga pendidikan di pondok pesantren mulai mengalami banyak inovasi dan pembaharuan baik dari metode pembelajarannya maupun dari kurikulum pendidikan yang digunakan.

Maka tidak heran, apabila dewasa ini sering kita jumpai istilah pondok pesantren modern dan pondok pesantren tradisional.

Lantas apa sih yang membedakan antara pondok pesantren modern dan tradisional ini? Berikut ini kami tuliskan beberapa perbedaan yang mendasar antara pondok pesantren modern dan tradisional.

Yuk simak!

Bina-Qurani-Islamic-School-Pondok-Pesantren-Modern-dan-Tradisional

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pondok Pesantren Modern dan Tradisional, Source: Photo by Kuiye On Unsplash

Perbedaan Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Pondok pesantren merupakan sebuah wadah atau tempat yang digunakan untuk belajar agama Islam dengan lingkungan asrama sebagai tempat tinggal santrinya. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa inovasi dan pembaharuan pondok pesantren, seperti pondok pesantren modern dan tradisional, maupun pondok pesantren semi modern.

Perkembangan pondok pesantren ini ternyata menimbulkan banyak kebingungan di kalangan masyarakat terkait perbedaan tersebut. Oleh karena itu, berikut kami sampaikan beberapa perbedaan pondok pesantren modern dan tradisional ditinjau dari berbagai aspek:

1. Definisi Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Perbedaan pertama dari pondok pesantren modern dan tradisional dapat kita tinjau dari definisi kedua istilah tersebut.

Pondok pesantren tradisional atau yang sering dikenal dengan nama pondok salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren yang ada di Indonesia. Kata salaf sendiri di ambil dari bahasa Arab yang artinya orang-orang terdahulu, kuno, atau tradisional.

Jadi dapat dikatakan bahwa pondok pesantren tradisional adalah pondok pesantren yang mengadopsi sistem pendidikan Islam dari orang-orang Islam terdahulu.

Sedangkan pondok pesantren modern adalah antitesa dari pesantren salaf. Dari segala sisinya, pesantren ini sangat berbeda dengan pesantren salaf.

Pesantren modern didirikan dengan tujuan agar sebuah pesantren dapat melahirkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman. Pesantren ini mempunyai visi sebagai wadah yang dapat melahirkan pribadi-pribadi berkarakter, memiliki nilai-nilai pesantren, dan menguasai ilmu-ilmu modern yang selaras dengan perkembangan zaman.

Bina-Qurani-Islamic-School-Pondok-Pesantren-Modern-dan-Tradisional

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pondok Pesantren Modern dan Tradisional, Source: Photo by ESB Professional Shutterstock

2. Metode Pembelajaran Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Perbedaan kedua dari pondok pesantren modern dan tradisional dapat kita tinjau dari metode pembelajaran yang diterapkan di dalamnya.

Metode pembelajaran yang diterapkan di pesantren tradisional umumnya terbagi menjadi beberapa metode, diantaranya yaitu sorogan dan wetonan.

Sorogan adalah metode pembelajaran dimana seorang santri berhadapan dengan guru atau kyai, kemudian membaca kitab kuning dan memberinya makna. Sementara sang kyai atau guru hanya mendengarkan dan memberi catata, komentar atau bimbingan bila diperlukan.

Sedangkan wetonan adalah merode pembelajaran sebagaimana metode ceramah dalam perkuliahan. Dimana para santri mengikuti pelajaran dengan duduk melingkar di sekeliling kyai yang menerangkan materi pelajaran. Setiap santri menyimak sambil memperhatikan kitabnya masing-masing dan membuat catatan di dalamnya.

Sementara itu, metode pembelajaran yang diterapkan di pondok pesantren modern merupakan hasil kombinasi antara metode pembelajaran sekolah reguler dari kurikulum kementrian pendidikan maupun agama dengan metode pembelajaran pesantren tradisional.

Di dalam pesantren modern, metode pembelajaran yang diterapkan umumnya menekankan pada penguasaan ilmu modern dan bahasa arab disamping ilmu agama.

Bina-Qurani-Islamic-School-Pondok-Pesantren-Modern-dan-Tradisional

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pondok Pesantren Modern dan Tradisional, Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan on Unsplash

3. Ciri Khas Budaya dan Administrasi

Perbedaan ketiga juga dapat dilihat dari budaya dan administrasi yang diterapkan di dalam pondok pesantren modern dan tradisional. Berikut ini adalah beberapa ciri khas budaya dan administrasi dari kedua model pondok pesantren tersebut.

Ciri Khas Budaya dan Administrasi Pondok Pesantren Tradisional

Beberapa ciri khas yang terdapat di pondok pesantren tradisional adalah:

  • Santri sangat menghormati kyai, guru, dan seniornya.
  • Dalam aktivitas sehari-hari santri memakai sarung.
  • Berafiliasi ke Nahdlatul Ulama dengan madzhab Imam Syafi’i.
  • Sistem penerimaan santri tanpa seleksi.
  • Penempatan kelas sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki.
  • Biaya pendidikan lebih terjangkau.
  • Infrastruktur sederhana.
Ciri Khas Budaya dan Administrasi Pondok Pesantren Modern

Beberapa ciri khas yang terdapat di pondok pesantren modern adalah:

  • Santri lebih disiplin dan taat terhadap peraturan.
  • Santri sangat menghormati kyai, guru, dan seniornya.
  • Pendaftaran dilakukan dengan seleksi yang cukup ketat.
  • Biaya masuk cukup tinggi.
  • Infrastrukur dan fasilitas yang diberikan cukup lengkap.
  • Keadaan pondok lebih bersih dan lebih rapih.
Bina-Qurani-Islamic-School-Pondok-Pesantren-Modern-dan-Tradisional

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Pondok Pesantren Modern dan Tradisional, Source: Photo by Rawpixel

4. Kualitas Lulusan Pondok Pesantren Modern dan Tradisional

Perbedaan terakhir dari pondok pesantren modern dan tradisional dapat kita lihat dari lulusannya.

Kualitas keilmuan yang dimiliki oleh lulusan pondok pesantren tradisional, secara umum lebih cenderung kepada:

  • Menguasai kitab kuning dan literatur klasik Islam.
  • Menguasai ilmu gramatika bahasa Arab seperti Nahwu, Sharaf, Balaghah, dan Mantik secara mendalam.
  • Memahami kitab gundul berbahasa arab.

Sedangkan kualitas keilmuan yang dimiliki oleh lulusan pondok pesantren tradisional umumnya adalah:

  • Unggul dalam berbahasa arab
  • Menguasai Alquran dan tafsirnya
  • Menguasai ilmu hadis dan perawinya
  • Menguasai ilmu fikih dan ushul fikih
  • Menguasai ilmu pengetahuan umum dan teknologi.

Demikian beberapa perbedaan yang terdapat di antara pondok pesantren modern dan tradisional. Tentu kedua model pondok tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tinggal dari sisi mana kita melihat dan menilainya.

Thumbnail Source: Photo From Rawpixel

Artikel Terkait:
Boarding School dan Pondok Pesantren

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login