Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem

Bina-Qurani-Islamic-School-Potensi-Kejadian-Cuaca-Ekstrem
Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan akan adanya potensi kejadian cuaca ekstrem di Indonesia. Potensi kejadian cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung pada pertengahan bulan November 2021 hingga bulan Maret 2022 di sebagian wilayah Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh BMKG, potensi kejadian cuaca ekstrem merupakan imbas dari fenomena La Nina. La Nina merupakan fenomena penurunan suhu muka laut, yang diprediksi akan berlangsung selama dua pekan kedepan di Indonesia.

Menurut BMKG yang disampaikan pada hari Minggu, 7 November 2021 dikatakan bahwa, “Hasil pantauan yang dilakukan oleh BMKG, didapatkan adanya anomali penurunan suhu muka laut atau sea surface temperature (SST) di Samudera Pasifik.”

Bina-Qurani-Islamic-School-Potensi-Kejadian-Cuaca-Ekstrem

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem, Source: Photo by David Mark From Pixabay

“Dari hasil pengamatan nino 3,4 menunjukkan nilai yang memenuhi prasyarat terjadinya La Nina di wilayah tersebut. Fenomena ini diprediksi akan berdampak bagi kawasan Indonesia bagian selatan, khususnya di wilayah Jawa Barat.”

“Dampak La Nina di Indonesia akan mulai dirasakan pada bulan November 2021 hingga bulan Maret 2022. Fenomena ini diprediksi akan menyebabkan adanya potensi kejadian cuaca ekstrem dan bencana seperti banjir bandang maupun tanah longsor.” Imbuh BMKG di sela-sela penjelasannya.

Dampak La Nina dan Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem

Fenomena La Nina yang terjadi di musim hujan ini akan berdampak pada wilayah Jawa Barat. Dampak yang ditimbulkan tersebut umumnya adalah berubahnya pola curah hujan secara volume dan temporal.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh BMKG, fenomena La Nina terbukti dapat meningkatkan curah hujan yang lebih tinggi antara 20 sampai 70 persen di wilayah Jawa Barat.

Teguh Rahayu selaku Kepala BMKG Bandung menyebutkan bahwa, “Kondisi sifat hujan yang demikian tentu akan memicu peningkatan potensi kejadian cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi di Jawa Barat, dan Bandung Raya.”

Bina-Qurani-Islamic-School-Potensi-Kejadian-Cuaca-Ekstrem

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem, Source: Photo by Antony Trivet From Pixabay

Bencana hidrometeorologi, merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan lapisan atmosfer, hidrologi, dan oceanografi. Fenomena ini dapat berpotensi membahayakan, merusak, dan menyebabkan hilangnya nyawa penduduk dan kerusakan lingkungan.

Bencana hidrometeorologi yang sering terjadi di wilayah Indonesia sangat beragam bentuknya, mulai dari banjir, tanah longsor, badai es, angin puting beliung, kekeringan, hujan lebat dan semisalnya.

“Potensi bencana yang mungkin dapat terjadi antara lain adalah banjir hingga banjir bandang, dan tanah longsor. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa potensi kejadian cuaca ekstrem ini, juga akan berdampak pada terjadinya angin kencang, puting beliung hingga hujan es.” Imbuh Teguh Rahayu dalam keterangannya.

Dari catatan BMKG, seluruh wilayah Jawa Barat akan terdampak fenomena La Nina dengan tingkat korelasi sebesar 0,7.

Selain dampak dari La Nina, pengaruh IOD Negatif juga perlu diwaspadai. Indeks IOD Negatif saat ini sudah mencapai angka yang cukup rendah, apabila pada satu bulan ke depan semakin turun, maka curah hujan yang turun akan semakin tinggi.

Tingginya curah hujan ini disebabkan karena dampak yang diberikan oleh gelombang atmosfer MJO dan gelombang ekuatorial yang terjadi akibat dari rendahnya IOD Negatif.

Bina-Qurani-Islamic-School-Potensi-Kejadian-Cuaca-Ekstrem

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Potensi Kejadian Cuaca Ekstrem, Source: Photo by Mxwegele From Pixabay

Oleh karena itu, BMKG senantiasa menghimbau kepada pemerintah setempat serta masyarakat untuk lebih waspada, dan melakukan antisipasi serta aksi mitigasi lebih awal. Hal ini perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan, untuk menghindari dan mengurangi resiko dari kemungkinan bencana yang akan terjadi.

Semoga potensi kejadian cuaca ektrem yang diprediksi oleh BMKG dapat berlalu tanpa meninggalkan kerugian bagi bangsa Indonesia. Baik itu kerugian materi, nyawa maupun kerugian yang lainnya. Teruslah berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā dan berdoa memohon perlindungan kepada-Nya.

Thumbnail Source: Photo by Jplenio From Pixabay

Artikel Terkait:
Musim Hujan di Indonesia

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Indonesia #Olimpiade Tokyo 2020 #Pendiri Paskibraka #PPKM Level 4 #Rumah Adat Joglo #Rumah Adat Kalimantan #Rumah Adat #Sejarah
Login