Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Qadha’ dan Qadar

Bina-Qurani-Qadha-dan-Qadar

Qadha’ dan Qadar

Secara Bahasa, qadha’ mengandung beberapa makna berbeda sesuai konteks kalimatnya. Di antaranya yaitu bahwa qadha’ berarti memutuskan hukum (al-hukmu). Qadha yaqdhi qadhaan, berarti menghukumi.

Qadha’ juga berarti perintah (al-amr). Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ

Artinya:

“Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah selain kepada-Nya.” (QS. Al-Isra’: 23)

Selain itu, qadha’ juga dapat diartikan sebagai kabar. Sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā:

وَقَضَيْنَا إِلَيْهِ ذَلِكَ الْأَمْرَ أَنَّ دَابِرَ هَؤُلَاءِ مَقْطُوعٌ مُصْبِحِينَ (66)

Artinya:

“Dan telah Kami wahyukan kepadanya (Luth) perkara itu, yaitu bahwa mereka akan ditumpas habis di waktu subuh.” (QS. Al-Hijr: 66)

Dan yang dimaksud qadha’ disini ialah makna yang pertama, yaitu memutuskan hukum.

Bina-Qurani-Qadha-dan-Qadar

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Qadha’ dan Qadar, Source: Photo by Kaique R Pexels

Sedangkan qadar artinya ialah takdir. Ketentuan takdir segala sesuatu sebelum terjadi dan penulisannya di Lauh Mahfuzh. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا

Artinya:

“Dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan penghuninya.” (QS. Fushshilat: 10)

Hukum yang Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berlakukan bagi alam dan dijadikan berjalan sesuai konsekwensinya merupakan sunatullah yang Dia hubungkan dengan sebab akibat semenjak Dia menghendakinya hingga selamanya.

Jadi, segala sesuatu yang terjadi di alam ini sesuai dengan takdir terdahulu yang telah Allah atur dan tentukan. Sesuatu yang terjadi berarti ia telah ditakdirkan dan diputuskan. Adapun sesuatu yang tidak terjadi, berarti tidak ditakdirkan dan tidak diputuskan.

Semua yang tidak mengenaimu pasti tidak akan mengenaimu, dan semua yang mengenaimu tidak mungkin tidak mengenaimu.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 285-286.

Thumbnail Source: Photo by Lisa F Pexels

Artikel Terkait:
Kebangkitan dan Pengumpulan

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login