Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Rukun Mandi Junub Menurut Mazhab Syafii

Rukun/fardhu mandi itu ada tiga, yaitu: (1). Niat, (2). Menghilangkan najis jika ada di badannya, dan (3). Mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit.

Penjelasan:

1. Niat merupakan rukun seluruh ibadah. Hal ini berdasarkan hadis:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ

“Sesungguhnya setiap amalan itu sesuai dengan niatnya.”

2. Mengenai wajibnya menghilangkan najis yang ada di badan, Bukhari (246) meriwayatkan dari al-Maimunah Raḍiallāhu ‘Anhā tentang mandinya Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

وَغَسَلَ فَرْجَهُ وَمَا أَصَابَهُ مِنَ الأَذَى

“Beliau membasuh kemaluannya serta najis dan kotoran yang mengenainya.” Hadis ini dinyatakan sahih oleh Imam Nawawi dalam kitab-kitabnya. Dia mengatakan bahwa menghilangkannya cukup dengan cara membasuh untuk menghilangkan hadats. Pendapat inilah yang dipegang. Jadi, menghilangkan kotoran sebelum menuangkan air ke badan adalah sunah. (Kitab al-Iqna’)

3. Mengenai wajibnya mengalirkan dan meratakan air ke seluruh rambut dan kulit, Bukhari (245) dan Muslim (216) meriwayatkan:

عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنَ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلاَةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلاَثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ

Dari Aisyah Raḍiallāhu ‘Anhā bahwa apabila Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam mandi janabah, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya. Kemudian berwudu sebagaimana wudu untuk salat. Setelah itu, beliau memasukan jari-jarinya ke dalam air dan menyela akar-akar rambutnya. Kemudian beliau menuangkan tiga ember air dengan kedua tangannya ke kepalanya. Setelah itu, beliau menuangkan air ke seluruh badannya.

Abu Dawud (249) dan selainnya meriwayatkan dari Ali Raḍiallāhu ‘Anhu, bahwa dia berkata, saya mendengar Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ تَرَكَ مَوْضِعَ شَعْرَةٍ مِنْ جَنَابَةٍ لَمْ يَغْسِلْهَا فُعِلَ بِهِ كَذَا وَكَذَا مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa meninggalkan tempat sehelai rambut ketika mandi junub dan tidak menuangkan air padanya maka Allah akan melakukan ini dan ini padanya dari neraka.”

Ali Raḍiallāhu ‘Anhu berkata, “Sejak itu, saya bermusuhan dengan rambutku.” Beliau pun mencukur rambutnya.

Dikutip dari: Muṣthafā Dīb al-Bughā, al-Tadhhīb Fi Adillahti al-Ghāyah Wa al-Taqrīb, (Beirūt: Dār Ibn Kathīr, 1989), 25-26.

TAGS
#Abu Shuja' #Fikih #Mandi Junub #Mazhab Syafii
Login