Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Sanggahan Terhadap Pandangan Batil

Bina-Qurani-Sanggahan-Terhadap-Pandangan-Batil

Sanggahan Terhadap Pandangan Batil

Syirik dalam tauhid rububiyyah dengan menetapkan adanya dua pencipta yang serupa dalam sifat dan perbuatannya adalah mustahil. Akan tetapi, sebagian kaum musyrikin meyakini bahwa tuhan-tuhan mereka memiliki sebagian kekuasaan dalam alam semesta ini. Setan telah mempermainkan mereka dalam menyembah tuhan-tuhan tersebut dan setan mempermainkan setiap kelompok manusia berdasarkan kemampuan akal mereka.

Ada kelompok orang yang diajak untuk menyembah orang-orang yang sudah mati dengan jalan membuat patung-patung mereka, sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Nabi Nuh. Ada pula sekelompok lain yang membuat berhala-berhala dalam bentuk planet-planet. Mereka menganggap planet-planet itu mempunyai pengaruh terhadap alam semesta dan isinya.

Maka mereka membuatkan rumah-rumah untuknya serta memasang juru kuncinya. Mereka pun berselisih tentang penyembahannya, ada yang menyembah matahari, ada yang menyembah bulan, dan ada pula yang menyembah planet-planet lain hingga mereka membuat piramida-piramida dan masing-masing planet ada piramidanya sendiri-sendiri.

Bina-Qurani-Sanggahan-Terhadap-Pandangan-Batil

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sanggahan Terhadap Pandangan Batil, Source: Photo From Deskjabar

Ada pula golongan yang menyembah api, yaitu kaum Majusi. Ada pula kaum yang menyembah sapi, seperti yang ada di india, kelompok yang menyembah pohon-pohon dan batu besar. Dan ada juga yang menyembah makam atau kuburan yang dikeramatkan. Semua ini disebabkan mereka membayangkan benda-benda tersebut mempunyai sebagian dari sifat-sifat rububiyyah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā telah membantah pandangan-pandangan yang balit di atas sebagai berikut:

1. Sanggahan Terhadap Para Penyembah Berhala

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

أَفَرَأَيْتُمُ اللَّاتَ وَالْعُزَّى وَمَنَاةَ الثَّالِثَةَ الْأُخْرَى

Artinya:

“Maka apakah patut kamu hai orang-orang musyrik, menganngap Al-Lata dan Al-‘Uzza, dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian sebagai anak perempuan Allah?” (QS. An-Najm [53]: 19-20)

Menurut Imam Al-Qurthubi, tafsir ayat tersebut ialah, “Sudahkah engkau perhatikan baik-baik tuhan-tuhan ini. Apakah mereka bisa mendatangkan manfaat atau madharat, sehingga mereka itu dijadikan sebagai sekutu-sekutu Allah?”

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ إِبْرَاهِيمَ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ وَقَوْمِهِ مَا تَعْبُدُونَ قَالُوا نَعْبُدُ أَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عَاكِفِينَ قَالَ هَلْ يَسْمَعُونَكُمْ إِذْ تَدْعُونَ أَوْ يَنْفَعُونَكُمْ أَوْ يَضُرُّونَ قَالُوا بَلْ وَجَدْنَا آبَاءَنَا كَذَلِكَ يَفْعَلُونَ

Artinya:

“Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya, ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya. Berkata Ibrahim, ‘Apakah berhala-berhala itu mendengar doamu sewaktu kamu berdoa kepadanya, atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi madharat?’ Mereka menjawab, “Bukan karena itu, sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami berbua demikian’.” (QS. Asy-Syu’ara’ [26]: 69-74)

Mereka sepakat bahwa berhala-berhala tersebut tidak bisa mendengar permohonan serta tidak bisa mendatangkan manfaat dan madharat. Akan tetapi, mereka menyembahnya karena taklid buta kepada nenek moyang mereka. Sedangkan taklid buta adalah hujjah yang batil.

Bina-Qurani-Sanggahan-Terhadap-Pandangan-Batil

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sanggahan Terhadap Pandangan Batil, Source: Photo From Tolga Ahmetler On Unsplash

2. Sanggahan Terhadap Penyembah Matahari, Bulan dan Bintang

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ

Artinya:

“… Dan diciptakan-Nya pula matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunuk kepada perintah-Nya.” (QS. Al-A’raf [07]: 54)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Artinya:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah kalian sembah matahari ataupun bulan, tetapi sembahlah Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS. Fushshilat [41]: 37)

3. Sanggahan Terhadap Penyembah Malaikat dan Nabi Isa Atas Dasar Anggapan Sebagai Anak Tuhan

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

Artinya:

مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ

“Allah sekali-kali tidak mempunyai anak.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 91)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

أَنَّى يَكُونُ لَهُ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ

Artinya:

“Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri?” (QS. Al-An’am [06]: 101)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Artinya:

“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan ditak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlash [112]: 3-4)

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 24-26.

Thumbnail Source: Photo From Pexels Artem Beliaikin 737533

Artikel Terkait:
Pengertian Rabb Menurut Pandangan Umat Tersesat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login