Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Sejarah Jawa Barat

Bina-Qurani-Sejarah-Jawa-Barat

[Sejarah Jawa Barat] – Jawa Barat atau dalam bahasa sunda dikenal dengan nama Jawa Kulon, adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Jawa, dan ibu kotanya berada di Kota Bandung. Jumlah penduduk provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 48.274.162 jiwa dengan kepadatan 1.365 jiwa per KM².

Jawa barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang juga memiliki keberagaman seni dan budaya di dalamnya. Masyarakat Jawa Barat berpegang teguh kepada nilai-nilai religius, dan termasuk masyarakat yang taat dalam menjalankan praktik-praktik beragama.

Namun, sudahkah kalian tahu bagaimana sejarah Jawa Barat?

Jika kalian belum mengetahui tentang sejarah Jawa Barat, maka artikel ini sangat tepat untuk kalian. Artikel yang kami tulis pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai sejarah Jawa Barat.

Selain membahas mengenai sejarah Jawa Barat kami juga akan membahas beberapa poin penting mengenai provinsi ini. Beberapa poin tersebut diantaranya adalah:

  • Sejarah Jawa Barat
  • Geografi Jawa Barat
  • Perekonomian

Yuk kita simak!

Bina-Qurani-Sejarah-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sejarah Jawa Barat, Source: Photo From Radar Cirebon

Sejarah Jawa Barat

Sejarah Jawa Barat tercatat telah ada sejak abad kelima penanggalan masehi. Wilayah Jawa Barat sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, hal ini dilihat dari banyaknya penemuan-penemuan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumaneggara yang tersebar di Wilayah Jawa Barat.

Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanegara, sejarah Jawa Barat kemudian dilanjutkan dibawah Kerajaan Pasundan yang dimulai dari Ujung Kulon hingga ke Kali Serayu. Salah satu prasasti peninggalan dari zaman Kerajaan Sunda adalah Prasasti Kebon Kopi yang berasal dari tahun 932 Masehi.

Pada abad ke 16 terjadi persaingan di bidang ekonomi dan politik antara Kerajaan Sunda dengan Kesultanan Demak. Pada persaingan inti pelabuhan Cirebon dan Pelabuhan banten lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak.

Setelah memisahkan diri dari Kerajaan Sunda, pelabuhan Cirebon kemudian tumbuh menjadi Kesultana Cirebon. Begitu pula pelabuhan Banten yang kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, Sri Baduga Maharaja sebagai raja Sunda kala itu, kemudian meminta putranya yang bernama Surawisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka. Perjanjian ini diharapkan dapat mencegah jatuhnya Sunda Kelapa sebagai pelabuhan utama jatuh kepada Kesultanan Demak ataupun Kesultanan Cirebon.

Bina-Qurani-Sejarah-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sejarah Jawa Barat, Source: Photo From Tom Fisk Pexels

Surawisesa kemudian diangkat menjadi raja Sunda dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkasa. Setelah diangkat menjadi raja maka dibuatlah perjanjian keamanan Sunda-Portugis yang ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal dan ditandatangani pada tahun 1512 Masehi.

Sebagai imbalan dari perjanjian tersebut, portugis diberikan izin untuk melakukan perdagangan serta membangun benteng dan dan gudang di Sunda kelapa. Untuk memperingati perjanjian pertahanan tersebut, dibangunlah monumen Padrao di tepi sungai Ciliwung pada tahun 1522 Masehi.

Meski perjanjian pertahanan keamanan telah dibuat, namun pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon-Demak di bawah pimpinan Raden Fatahilah menyerang dan menaklukan pelabuhan Sunda Kelapa. Perang antara Kerajaan Sunda dengan pasukan yang dipimpin Raden Fatahilah berlangsung selama lima tahun.

Hingga akhirnya pada tahun 1531 Masehi dibuatlah perjanjian damai antara Parabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.

Bina-Qurani-Sejarah-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sejarah Jawa Barat, Source: Photo From Cianjur Kab Go Id

Secara administratif Jawa Barat diresmikan sebagai provinsi Jawa Barat sejak tahun 1925 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pembentukan provinsi ini sebagai bentuk pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922 yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi.

Kemudian sejarah Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 sejak diproklamasikannya Kemerdekaan Negara Indonesia.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Sejarah Jawa Barat hingga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Geografi Jawa Barat

Secara geografi Jawa Barat terletak di bagian barat Pulau Jawa. Wilayah Jawa Barat berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Jawa Tengah di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah selatan, dan berbatasan dengan Banten serta DKI Jakarta di sebelah barat.

Kawasan pantai utara Jawa Barat merupakan dataran rendah, dan di bagian tengah merupakan pegunungan. Terdapat rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa.

Titik tertingginya adalah Gunung Ciremay, yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon. Di Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa sungai penting yeng mengalir hingga ke Laut jawa, sungai tersebut adalah Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk.

Bina-Qurani-Sejarah-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sejarah Jawa Barat, Source: Photo From Ihsan Aditya Pexels

Perekonomian di Jawa Barat

Perekonomian di Jawa Barat mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam kurun waktu 3 dekade terakhir. Saat ini perekonomian di wilayah Jawa Barat didominasi oleh sektor manufaktur dan Jawa.

Disamping perkembangan sosial dan infrasutruktur, sektor manufaktur terhitung yang paling besar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi di Jawa barat.

Beberapa bidang ekonomi yang umumnya berkembang di Jawa Barat antaralain yaitu:

  1. Manufaktur dan Jasa
  2. Pertanian dan Perkebunan
  3. Kelautan dan Perikanan

Sebagian besar masyarakat Jawa Barat masih menekuni bidang pertanian dan perkebunan, mengingat Jawa Barat merupakan wilayah yang mempunyai lahan pertanian cukup luas. Namun, seiring perkembangan zaman generasi penerus Jawa Barat lebih memilih untuk terjun di dunia manufaktur dan jasa untuk memenuhi nafkah keluarga dan mencukupi kebutuhan hidupnya.

Thumbnail Source: Photo From Wikipedia

Artikel Terkait:
Seni Sunda

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Hubungan Internasional #Indonesia #Jawa Barat #Olimpiade Tokyo 2020 #Pendiri Paskibraka #PPKM Level 4 #Rumah Adat Joglo #Rumah Adat Kalimantan #Seni Sunda
Login