Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Sejarah Perkembangan Pondok Pesantren di Indonesia

Ustaz Dr. Abu Mujahid al-Ghifari, Lc., M.E.I.
(Pengasuh Bina Qurani Islamic School)

Sistem pendidikan Pondok Pesantren telah ada sejak sebelum kemerdekaan Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dikatakan bahwa kegiatan pendidikan agama di Nusantara telah dimulai sejak tahun 1596. Dapat dikatakan bahwa Pondok Pesantren merupakan sistem pendidikan tertua di negara ini. Tidak sedikit juga para pahlawan dan pendiri bangsa pernah belajar di Pondok Pesantren seperti KH. Hasyim Asyari dan KH. Ahmad Dahlan.

Berdasarkan laporan pemerintah kolonial Belanda, bahwa pada tahun 1831 terdapat 1.853 Pondok Pesantren di daerah Jawa dengan jumlah santri tidak kurang dari 16.500 santri. Jumlah ini belum termasuk pesantren yang berada di luar tanah Jawa. Pada tahun 1885 Pondok Pesantren berkembang menjadi 14.929 Pondok Pesantren dengan jumlah 222.663 santri. Pada masa penjajahan Jepang tahun 1942, Kantor Urusan Agama militer Jepang (Shumumbu) melakukan survei tentang jumlah pesantren dan madrasah di tanah Jawa. Berikut adalah hasilnya:


Berdasarkan laporan pemerintah kolonial Belanda, bahwa pada tahun 1831 terdapat 1.853 Pondok Pesantren di daerah Jawa dengan jumlah santri tidak kurang dari 16.500 santri. Jumlah ini belum termasuk pesantren yang berada di luar tanah Jawa. Pada tahun 1885 Pondok Pesantren berkembang menjadi 14.929 Pondok Pesantren dengan jumlah 222.663 santri. Pada masa penjajahan Jepang tahun 1942, Kantor Urusan Agama militer Jepang (Shumumbu) melakukan survei tentang jumlah pesantren dan madrasah di tanah Jawa. Berikut adalah hasilnya:

Pendidikan agama tetap mendapat perhatian serius dari pemerintah setelah kemerdekaan, baik di sekolah negeri maupun swasta. Dalam anjuran oleh Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (BPKNP) tanggal 27 Desember 1945, disebutkan, “Madrasah dan pesantren yang pada hakikatnya adalah satu sumber pendidikan dan pencerdasan rakyat jelata yang telah berurat dan berakar dalam masyarakat Indonesia pada umumnya, hendaknya mendapatkan perhatian dan bantuan nyata berupa tuntunan dan bantuan material dari pemerintah.“

Pada tahun 1978 berdasarkan laporan Departemen Agama Republik Indonesia, jumlah pesantren dan santri berkembang pesat berjumlah 675.364 orang. Antara tahun 1987 sampai dengan tahun 2004 pesantren bertambah rata-rata 500 setiap tahunnya. Tahun 2004 sampai 2008 bertambah 1.000 pesantren dan dalam waktu 10 tahun terakhir, santrinya bertambah lebih dari dua juta.

Menurut data Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementrian Agama bahwa data Pondok Pesantren pada tahun 2011-2012 berjumlah 27.230 Pondok Pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah santri Pondok Pesantren secara keseluruhan adalah 3.759.198 orang santri, terdiri dari 1.886.748 orang santri laki-laki (50,19%), dan 1.872.450 orang santri perempuan (49,81%). Data terbaru dalam website Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI bahwa jumlah Pondok Pesantren di Indonesia sebanyak 28194.

Di antara contoh Pondok Pesantren yang masih kokoh berdiri dan terus berkembang sejak sebelum kemerdekaan adalah Pondok Modern Darussalam Gontor. Pondok Modern Darussalam Gontor bermula pada abad ke-18. Pondok Tegalsari sebagai cikal bakal Pondok Modern Darussalam Gontor. Pada tanggal 20 September 1926 bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awwal 1345 dideklarasikan pembukaan kembali Pondok Gontor. Gontor berkembang dengan bekal awal 40 santri. Pada tiga tahun pertama para santri yang belajar di Pondok Gontor mencapai jumlah 300. Pada tahun ketujuh mencapai 500 orang putra dan putri. Saat ini Pondok Modern Darussalam Gontor memiliki puluhan cabang dengan ribuan santri yang belajar di dalamnya. Pada tahun 2019-2020, Pondok Modern Darussalam Gontor menerima 5488 pelajar dengan rincian pelajar putra sebanyak 2824 siswa dan pelajar putri sebanyak 2664 siswi. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4398 pelajar.

TAGS
#Abu Mujahid al-Ghifari #Pondok Pesantren #Sejarah #Pendidikan
Login