Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Seni Sunda – Jawa Barat

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat
Seni Sunda

Seni sunda adalah ragam kesenian atau kebudayaan yang berasal dan berkembang di wilayah Sunda. Sedangkan sunda itu sendiri merupakan suatu kelompok etnis yang berasal dari bagian barat Pulau Jawa, dimana tatar pasundan ini mencakup wilayah administrasi Jawa Barat dan Banten.

Seperti halnya suku Jawa, suku Sunda merupakan suku terbesar kedua di Indonesia yang memiliki begitu banyak ragam seni dan budaya yang unik serta mempunyai ciri khas tersendiri.

Berbicara mengenai kesenian khas daerah Jawa Barat atau lebih khususnya seni Sunda, tentu tidak akan pernah ada habisnya karena begitu banyak seni dan budaya yang berkembang di daerah ini.

Bagi kalian yang terlahir dan tinggal di daerah Sunda, tentu tidak asing lagi dengan berbagai seni Sunda yang ada di sekitar kita.

Kemudian bagaimana dengan mereka yang terlahir dan tinggal di luar daerah sunda, akan tetapi ingin belajar dan mengetahui seni Sunda? Apakah hal ini salah? Tentu tidak.

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Seni Sunda Jawa Barat, Source: Photo From Travelik Indonesia

Seni Sunda adalah kesenian milik seluruh bangsa Indonesia, yang dapat dipelajari oleh siapa saja yang ingin mempelajarinya. Baik dari suku Jawa, Batak, Papua, Madura, bahkan Mancanegara sekalipun, boleh dan sangat diperkenankan jika ingin belajar seni sunda.

Kami sangat yakin bahwa, tidak sedikit orang dari luar suku Sunda yang ingin mempelajari seni Sunda. Oleh karena hal itu, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan beberapa seni Sunda yang masih tetap eksis dan lestari sampai sekarang.

Beberapa seni Sunda tersebut antara lain yaitu:

1. Seni Musik
  • Rampak Gendang
  • Calung
  • Kecapi Suling
  • Cianjuran
2. Seni Tari
  • Tari Jaipong
  • Tari Merak
  • Tari Topeng
3. Upacara Adat
  • Rengkong
  • Tutunggulan
  • Lengser

Namun sebelum kita mulai untuk membahas tentang seni sunda, akan lebih baik apabila kita mengetahui terlebih dahulu tentang sejarah Sunda atau Sejarah Jawa Barat.

Berikut adalah beberapa poin pembahasan yang akan kami sampaikan melalui tulisan seni sunda ini:

  • Jawa Barat
  • Sejarah Jawa Barat
  • Geografi Jawa Barat
  • Perekonomian di Jawa Barat
  • Beberapa Kesenian Jawa Barat atau Seni Sunda Yang Masih Lestari

Untuk lebih jelasnya, yuk kita simak uraian berikut ini!

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Seni Sunda Jawa Barat, Source: Photo From Tom Fisk Pexels

Jawa Barat

Jawa Barat atau dalam bahasa sunda dikenal dengan nama Jawa Kulon, adalah sebuah provinsi yang terletak di bagian barat Pulau Jawa, dan ibu kotanya berada di Kota Bandung. Jumlah penduduk provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 sebanyak 48.274.162 jiwa dengan kepadatan 1.365 jiwa per KM².

Jawa barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang juga memiliki keberagaman seni dan budaya di dalamnya. Masyarakat Jawa Barat berpegang teguh kepada nilai-nilai religius, dan termasuk masyarakat yang taat dalam menjalankan praktik-praktik beragama.

Namun, sudahkah kalian tahu bagaimana sejarah Jawa Barat?

Jika kalian belum mengetahui tentang sejarah Jawa Barat, maka artikel ini sangat tepat untuk kalian. Artikel yang kami tulis pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai sejarah Jawa Barat dan beberapa kesenian yang ada di provinsi Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan nama Seni Sunda.

Sejarah Jawa Barat

Seni Sunda tentu tidak dapat dipisahkan dari kisah atau sejarah yang berkaitan dengan wilayah Sunda itu sendiri. Secara umum, wilayah tatar pasunda meliputi wilayah Provinsi Jawa Barat dan Banten. Oleh karena itu, Sejarah Jawa Barat dan Banten merupakan suatu hal yang hendaknya kita pelajari terlebih dahulu sebelum masuk pembahasan Seni Sunda.

Sejarah Jawa Barat tercatat telah ada sejak abad kelima penanggalan masehi. Wilayah Jawa Barat sebelumnya merupakan bagian dari Kerajaan Tarumanegara, hal ini dilihat dari banyaknya penemuan-penemuan prasasti peninggalan Kerajaan Tarumaneggara yang tersebar di Wilayah Jawa Barat.

Setelah runtuhnya Kerajaan Tarumanegara, sejarah Jawa Barat kemudian dilanjutkan dibawah Kerajaan Pasundan yang dimulai dari Ujung Kulon hingga ke Kali Serayu. Salah satu prasasti peninggalan dari zaman Kerajaan Sunda adalah Prasasti Kebon Kopi yang berasal dari tahun 932 Masehi.

Pada abad ke 16 terjadi persaingan di bidang ekonomi dan politik antara Kerajaan Sunda dengan Kesultanan Demak. Pada persaingan inti pelabuhan Cirebon dan Pelabuhan banten lepas dari Kerajaan Sunda karena pengaruh Kesultanan Demak.

Setelah memisahkan diri dari Kerajaan Sunda, pelabuhan Cirebon kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Cirebon. Begitu pula pelabuhan Banten yang kemudian tumbuh menjadi Kesultanan Banten.

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Seni Sunda Jawa Barat, Source: Photo From Jaringan Penulis Indonesia

Untuk menghadapi persaingan tersebut, Sri Baduga Maharaja sebagai raja Sunda kala itu, kemudian meminta putranya yang bernama Surawisesa untuk membuat perjanjian pertahanan keamanan dengan orang Portugis di Malaka. Perjanjian ini diharapkan dapat mencegah jatuhnya Sunda Kelapa sebagai pelabuhan utama jatuh kepada Kesultanan Demak ataupun Kesultanan Cirebon.

Surawisesa kemudian diangkat menjadi raja Sunda dengan gelar Prabu Surawisesa Jayaperkasa. Setelah diangkat menjadi raja maka dibuatlah perjanjian keamanan Sunda-Portugis yang ditandai dengan Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal dan ditandatangani pada tahun 1512 Masehi.

Sebagai imbalan dari perjanjian tersebut, portugis diberikan izin untuk melakukan perdagangan serta membangun benteng dan dan gudang di Sunda kelapa. Untuk memperingati perjanjian pertahanan tersebut, dibangunlah monumen Padrao di tepi sungai Ciliwung pada tahun 1522 Masehi.

Meski perjanjian pertahanan keamanan telah dibuat, namun pada tahun 1527 pasukan aliansi Cirebon-Demak di bawah pimpinan Raden Fatahilah menyerang dan menaklukan pelabuhan Sunda Kelapa. Perang antara Kerajaan Sunda dengan pasukan yang dipimpin Raden Fatahilah berlangsung selama lima tahun.

Hingga akhirnya pada tahun 1531 Masehi dibuatlah perjanjian damai antara Parabu Surawisesa dengan Sunan Gunung Jati dari Kesultanan Cirebon.

Secara administratif Jawa Barat diresmikan sebagai provinsi Jawa Barat sejak tahun 1925 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Pembentukan provinsi ini sebagai bentuk pelaksanaan Bestuurshervormingwet tahun 1922 yang membagi Hindia Belanda atas kesatuan-kesatuan daerah provinsi.

Kemudian sejarah Jawa Barat bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 sejak diproklamasikannya Kemerdekaan Negara Indonesia.

Demikianlah ulasan singkat mengenai Sejarah Jawa Barat hingga menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Geografi Jawa Barat

Secara geografi Jawa Barat terletak di bagian barat Pulau Jawa. Wilayah Jawa Barat berbatasan dengan Laut Jawa di sebelah utara, Jawa Tengah di sebelah timur, Samudera Hindia di sebelah selatan, dan berbatasan dengan Banten serta DKI Jakarta di sebelah barat.

Kawasan pantai utara Jawa Barat merupakan dataran rendah, dan di bagian tengah merupakan pegunungan. Terdapat rangkaian pegunungan yang membujur dari barat hingga timur Pulau Jawa.

Titik tertingginya adalah Gunung Ciremay, yang berada di sebelah barat daya Kota Cirebon. Di Provinsi Jawa Barat terdapat beberapa sungai penting yeng mengalir hingga ke Laut jawa, sungai tersebut adalah Sungai Citarum dan Sungai Cimanuk.

Perekonomian di Jawa Barat

Perekonomian di Jawa Barat mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam kurun waktu 3 dekade terakhir. Saat ini perekonomian di wilayah Jawa Barat didominasi oleh sektor manufaktur dan Jawa.

Disamping perkembangan sosial dan infrasutruktur, sektor manufaktur terhitung yang paling besar dalam memberikan kontribusinya melalui investasi di Jawa barat.

Beberapa bidang ekonomi yang umumnya berkembang di Jawa Barat antaralain yaitu:

  • Manufaktur dan Jasa
  • Pertanian dan Perkebunan
  • Kelautan dan Perikanan

Sebagian besar masyarakat Jawa Barat masih menekuni bidang pertanian dan perkebunan, mengingat Jawa Barat merupakan wilayah yang mempunyai lahan pertanian cukup luas. Namun, seiring perkembangan zaman generasi penerus Jawa Barat lebih memilih untuk terjun di dunia manufaktur dan jasa untuk memenuhi nafkah keluarga dan mencukupi kebutuhan hidupnya.

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Seni Sunda Jawa Barat, Source: Photo From Info Publik

Beberapa Kesenian Jawa Barat atau Seni Sunda Yang Masih Lestari

Sedikit kisah tetang sejarah perjalanan dan perkembangan Jawa Barat, semoga dapat menambah antusiasme untuk mengetahui beberapa kesenian Jawa Barat atau seni Sunda yang sampai saat ini masih tetap lestari.

Berikut ini adalah beberapa seni sunda yang masih bertahan:

1. Rampak Gendang

Dilihat dari namanya, rampak berarti bersama dan gendang merupakan sejenis waditra musik gamelan. Jadi rampak gendang adalah sebuah seni sunda yang dimainkan dengan cara menabuh gendang bersama-sama dengan teknik dan irama tertentu.

Seni sunda ini muncul sekitar tahun 1980 sampai dengan tahun 1990-an. Rampak gendang biasanya dipentaskan dalam acara ritual keagamaan ataupun pada pesta-pesta besar.

2. Calung

Calung adalah sebuah alat musik yang termasuk bagian dari seni sunda. Calung merupakan prototipe atau purwarupa dari angklung. Namun, cara memainkan calung berbeda dengan angklung. Angklung dimainkan dengan cara digoyang-goyang, sedangkan calung dimainkan dengan cara ditabuh atau dipukul.

Dalam seni sunda, terdapat dua jenis calung yang dikenal oleh masyarakat yaitu calung rantay dan calung jinjing. Calung biasanya dipentaskan oleh lima orang atau lebih dan diiringi dengan nyanyian sunda atau lawakan-lawakan khas suku Sunda.

3. Kecapi Suling

Kecapi suling adalah seni sunda yang merupakan alat musik tradisional yang hanya menggunakan kecapi dan suling saja. Kecapi suling biasanya dimainkan sebagai musik pengiring nyanyian sunda.

Kecapi suling merupakan perangkat musik sunda yang hampir ada di seluruh wilayah Jawa Barat. Selain untuk mengiringi nyanyian sunda, kecapi suling juga terkadang dimainkan secara instrumental tanpa diiringi nyanyian.

4. Cianjuran

Cianjuran merupakan seni sunda yang menampilkan seorang penyanyi membawakan sebuah nyanyian. Nyanyian yang dibawakan oleh penyanyi ini biasanya merupakan nyanyian khas daerah Jawa barat.

Bagi masyarakat Jawa Barat, cianjuran juga dikenal dengan nama Mamaos yang artinya adalah bernyanyi. Mamaos merupakan seni vokal Sunda yang diiringi dengan alat musik kecapi indung, kecapi rincik, suling ataupun rebab.

5. Tari Jaipong

Tari jaipong adalah tarian khas Seni sunda yang sangat populer di Jawa Barat hingga sekarang. Tari Jaipong biasanya diiringi dengan alat musik degung. Dalam beberapa acara, masyarakat sunda biasnya mengkolaborasikan tari jaipong dengan beberapa jenis gerakan tari ketuk tilu, tari ronggeng, dan beberapa gerakan pencak silat.

Selain sebagai seni sunda yang sangat terkenal, tari jaipong juga merupakan seni yang tetap eksis dan lestari di kalangan masyarakat. Dimana masyarakat senantiasa mengadakan pertunjukan tari jaipong dalam beberapa acara seperti pesta pernikahan, khitanan dan pada acara yang lain.

Bina-Qurani-Seni-Sunda-Jawa-Barat

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Seni Sunda Jawa Barat, Source: Photo From Bubuh Id

6. Tari Merak

Tari merak adalah jenis seni sunda yang merupakan tarian tradisional dimana pakaian dan gerakan dari tarian ini terinspirasi dari burung merak.

Tari merak ini diciptakan oleh seorang seniman Sunda yang bernama R. Tjetje Somantri. Dalam pertunjukan tari merak, biasanya dipentaskan oleh tiga orang penari atau lebih.

7. Tari Topeng

Tari topeng merupkan seni sunda yang berupa tarian tradisional. Tari topeng biasnya dipentaskan oleh sekelompok penari pria maupun wanita dengan menggunakan topeng khas suku sunda.

Tari topeng ini biasanya dipentaskan untuk menyambut para tamu dari luar daerah atau tamu yang dihormati. Namun belakangan ini, tari topeng lebih sering dipentaskan dalam acara perkawinan atau khitanan.

8. Rengkong

Rengkong adalah seni sunda yang awalnya bermula dari pemindahan padi dari ladang ke lumbung padi. Kesenian rengkong ini dikenal oleh masyarakat sunda sejak akhir abad ke 19 yang kemudian diperkenalkan serta dikembangkan oleh Said dan Sopian pada tahun 1920 sampai tahun 1967.

Belakangan ini seni rengkog biasa dipentaskan dalam rangka memeriahkan hari-hari besar agama Islam atai dalam rangka peringatan hari ulang tahun proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus.

9. Tutunggulan

Tutunggulan adalah jenis seni sunda berupa bunyi-bunyian yang dihasilkan dengan cara memukulkan alu ke lesung kayu. Pukulan tersebut dilakukan dengan teknik tertentu dengan mengikuti irama tertentu sehingga menghasilkan nada yang berbunyi “tung trok trung tok dung prek”.

Meski suara yang dihasilkan sedemikian rupa, namun tutunggulan ini terdengar begitu indah dan mempunyai ciri khas tertentu. Kesenian ini biasanya dimainkan oleh beberapa perempuan dengan iringan kawih-kawih yang dilantunkan secara bersama-sama.

10. Lengser

Lengser adalah seni sunda yang masih tetap lestari hingga sekarang. Lengser merupakan kesenian yang dimainkan dengan tokoh utama memakai baju kampret berwarna hitam dengan janggut, kumis dan rambut berwarna putih.

Dalam pertunjukannya, ki lengser biasanya ditemani oleh seorang istri yaitu si Ambu. Kesenian ini biasanya dipentaskan dalam acara pernikahan adat sunda atau acara-acara formal lainnya yang merupakan pertunjukan untuk menghibur tamu undangan yang datang.

Demikianlah beberapa seni sunda yang sampai saat ini masih tetap eksis dan lestari yang hendaknya kita jaga agar tidak punah tergilas jaman. Selain seni-seni sunda di atas tentunya masih banyak kesenian lain dari suku sunda yang dapat kita temukan apabila berkunjung langsu ke wilayah Sunda.

Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo From Kebudayaan Kemdikbud

Artikel Terkait:
Museum Sri Baduga Bandung

TAGS
#Adab Muslimah #adab sebelum ilmu #Biografi Ibnu Hajar #Cara Menghafal Quran #Ikhlals ketika ibadah #Indonesia #Museum Bank Indonesia #Pendiri Paskibraka #Tafakur alam
Login