Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Shalat Wanita di Belakang Laki-laki

Bina-Qurani-Shalat-Wanita-di-Belakang-Laki-laki
Shalat Wanita di Belakang Laki-laki

Disyariatkan bagi kaum wanita mengerjakan shalat jamaah di belakang laki-laki. Hal ini berdasarkan hadits Anas, ia berkata, “Aku pernah mengerjakan shalat bersama seorang anak yatim di rumah kami di belakang Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Sementara itu, ibuku Ummu Sulaim shalat di belakang kami.” (HR. Bukhari Muslim)

Juga berdasarkan hadits dari Ummu Salamah, ia berkata, “Biasanya, jika Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam telah salam, kaum wanita berdiri setelah beliau salam dan beliau tetap di tempatnya sejenak.” (HR. Bukhari)

Dari hadits di atas dapat diambil kesimpulan bahwa:

  1. Bolehnya seorang wanita melaksanakan shalat di belakang shaff kaum laki-laki.
  2. Wanita berdiri di belakang kaum laki-laki meskipun hanya sendirian. Demikian pula jika ia shalat bersama seorang laki-laki di antara mahramnya, ia tetap berdiri di belakangnya walaupun seorang diri.

Ibnu Mas’ud berkata, “Dahulu, kaum laki-laki dan wanita Bani Israil biasa mengerjakan shalat secara berjamaah. Ternyata, ada seorang wanita yang mempunyai kekasih di antara mereka. Kemudian wanita itu mengenakan sepatu yang tinggi besar agar dapat dilihar oleh kekasihnya itu. Kemudian, ditimpakanlah haidh kepada mereka.” Ibnu Mas’ud berkata, “Undurkanlah mereka ke tempat Allah mengundurkan mereka.”

Berdasarkan hadits di atas, dapat disimpulkan bahwa jika seorang wanita berdiri si shaff laki-laki atau di depan mereka, maka shalatnya batal menurut pendapat yang paling kuat, jika bukan karena darurat atau karena tidak tahu.

Bina-Qurani-Shalat-Wanita-di-Belakang-Laki-laki

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Shalat Wanita di Belakang Laki-laki, Source: Photo by Kafeel Pexels

Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Shalat Wanita di Belakang Laki-laki

Jika kaum wanita shalat di belakang kaum pria, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan. Di antara hal-hal tersebut yaitu:

1. Seorang Lelaki Dibolehkan Mengimami Istrinya

Seorang laki-laki dibolehkan mengimami shalat istrinya atau mahramnya, tidak ada perbedaan pendapat dalam masalah ini karena ia boleh berduaan dengannya di luar shalat.

2. Tidak Boleh Mengimami Wanita Asing

Seorang laki-laki tidak boleh mengimami wanita asing yang bukan istri atau mahramnya sendirian. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Subḥānahu Wa Ta’ālā, yang artinya:

“Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanta karena yang ketiganya adalah syetan.” (HR. At-Tirmidzi)

3. Seorang Lelaki Boleh Mengimami Beberapa Wanita

Seorang laki-laki dibolehkan mengimami beberapa kumpulan wanita karena jumlah mereka yang banyak meniadakan sifat berduaan. Di samping itu, tidak ada dalil yang melarangnya. Bahkan, terdapat perbuatan dari kalangan salaf. Namun demikian, dibolehkannya hal ini jika memang aman dari fitnah.

Adapun jika terdapat fitnah, tentu tidak dibolehkan, karena Allah tidak menyukai adanya kerusakan.

Bina-Qurani-Shalat-Wanita-di-Belakang-Laki-laki

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Shalat Wanita di Belakang Laki-laki, Source: Photo by Rodnae Pro Pexels

4. Shaff Paling Jelek

Jika kaum wanita melaksanakan shalat di belakang shaff kaum laki-laki, shaff yang paling jelek bagi mereka adalah yang paling depan sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. (HR. Muslim)

5. Jika Dapat Dilihat Oleh Kaum Laki-laki

Jika kaum wanita shalat di belakang kaum laki-laki yang dapat dilihat oleh kaum laki-laki, mereka tidak boleh mengangkat kepala mereka dari sujud sebelum kaum laki-laki mengangkat kepala mereke dengan sempurna (tegak). Tujuannya, agar jangan sampai kaum wanita bisa melihat sebagian aurat kaum laki-laki.

Hal ini berdasarkan hadits dari Sahl, ia berakta, “Bahwa sebagian kaum laki-laki biasa shalat bersama Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dalam keadaan sarung mmereka diikatkan ke leher mereka seperti yang dilakukan anak-anak. Beliau bersabda kepada kaum wanita, ‘Janganlah kalian mengangkat kepala kalian sampai kaum laki-laki duduk.” (HR. Bukhari Muslim)

6. Mengingatkan Sesuatu

Jika seorang wanita hendak mengingatkan sesuatu, padahal ia shalat di belakang kaum laki-laki, hendaknya ia menepukkan tangannya dan ia tidak boleh mengucapkan tasbih sebagaimana kaum laki-laki.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 180-181.

Thumbnail Source: Photo by Meruyet Pexels

Artikel Terkait:
Shalat Jamaah Bagi Wanita

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login