Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Sifat Shalat Nabi

Bina-Qurani-Sifat-Shalat-Nabi
Sifat Shalat Nabi

Saudariku Muslimah, tidak diragukan lagi bahwa engkau adalah orang yang sangat gigih untuk mencontoh salatnya Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, sebagaimana yang telah diperintahkannya kepada seluruh umatnya dengan harapan agar shalat yang dilakukan diterima oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

صَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِى أُصَلِّى

Artinya:

“Shalatlah sebagiaman kalian melihat aku shalat!” (HR. Bukhari)

Berikut ini adalah sifat shalat Nabi secara global, yang kemudian akan diikuti dengan penjelasan secara rinci tentang rukun, kewajiba, dan sunnah-sunnah shalat beserta dalil-dalil syar’i, insyaAllah.

Di antara sifat shalat Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam yaitu:

1. Menghadap Kiblat

Jika engkau hendak melaksanakan shalat, maka hadapkanlah wajahmu kea rah kiblat dan berdirilah di dekat sutrah.

2. Niat

Hadirkanlah niat dalam hati, tentukan shalat yang akan engkau dirikan.

3. Takbiratul Ikhram

Angkatlah kedua tanganmu sejajar dengan pundak, kemudian bertakbirlah dengan mengucapkan, “Allahu Akbar.”

4. Bersedekap

Letakkanlah tangan kananmu di atas tangan kiri di atas dada dan arahkan pandanganmu ke lantai (ke arah tanah tempat sujud).

5. Baca Doa Istiftah

Bacalah doa istiftah yang diajarkan oleh Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, yaitu doa yang berisi pujian, sanjungan, dan pemuliaan kepada Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Bina-Qurani-Sifat-Shalat-Nabi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sifat Shalat Nabi, Source: Photo by Michael B Pexels

6. Baca Ta’awwudz

Bacalah ta’awwudz (A’uudzu billahi minasy syaithaanirrajiim), memohon perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.

7. Baca Basmalah

Bacalah “Bismillahirrahmaanirrahiim” dengan suara lirih atau pelan.

8. Membaca Surat Al-Fatihah

Bacalah surat Al-Fatihah ayat demi ayat dan diakhiri dengan ucapan “Aamiin.”

9. Membaca Surat Lain

Bacalah satu atau beberapa surat lain dalam Alquran setelah membaca surat Al-Fatihah. Surat-surat Alquran ini dibaca dengan jahr (suara terdengar) ketika melaksanakan shalat Shubuh, dan dua rakaat pertama shalat Maghrib dan Isya (jika engkau shalat sendiri atau menjadi imam di kalangan jamaah wanita). Dan surat-surat ini dibaca pelan atau tidak terdengar ketika melaksanakan shalar Zhuhur dan ‘Ashar, rakaat ketiga shalat Maghrib, dan rakaat ketiga serta keempat shalat Isya.

Pilihlah surat yang lebih pendek setengahnya dari surat yang engkau baca pada dua rakaat pertama, atau bisa juga engkau hanya membaca surat Al-Fatihah saja.

10. Diam Sejenak

Setelah membaca surat, diamlah sejenak kemudian angkatlah kedua tanganmu untuk bertakbir dan ruku’.

11. Ruku’

Letakkan kedua telapak tanganmu pada kedua lutut dengan jari-jari terbuka. Letakkan kedua telapak tangan di atas dua lutut dengan mantap (menggenggam keduanya). Jauhkan dua sikumu dari lambung (badan)mu, Luruskan punggung, jangan merendahkan kepala dan jangan pula mengangkatnya.

Bina-Qurani-Sifat-Shalat-Nabi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sifat Shalat Nabi, Source: Photo by Michael B Pexels

12. Ruku’ dengan Thuma’ninah

Ruku’lah dengan thuma’ninah (tenang), kemudian bacalah, “Subhaana Rabbiyal ‘azhiim” tiga kali, atau dzikir-dzikir lainnya, dan tidak boleh membaca Alquran ketika ruku’.

13. I’tidal

Bangkit dari ruku’ atau i’tidal dan ucapkan, “Sami’allaahu liman hamidah,” sambal menangkan kedua tangan, kemudian ucapkan, “Rabbanaa walakal hamdu.” Boleh juga ditambahkan dengan dzikir-dzikir lain.

14. Turun untuk Sujud

Bertakbirlah, kemudian turun untuk sujud. Dahulukan dengan meletakkan kedua tanganmu di atas lantai sebelum kedua lututmu. Bentangkan telapak tangan, rapatkan semua jari-jemari tangan, hadapkan ke arah kiblat dan letakkan sejajar dengan kedua pundak atau kedua telinga.

Tempelkan hidung dan dahi ke lantai. Tegakkan kedua telapak kaki, letakkan ujung jari-jemari kaki ke tanah dan hadapkan ke arah kiblat.

15. Sujud

Sujudlah dengan thuma’ninah (tenang) lalu bacalah, “Subhaana Rabiyal a’la” tiga kali atau dzikir-dzikir dan doa lain. Tidak dibolehkan membaca Alquran ketka sujud, akan tetapi perbanyaklah doa.

16. Duduk di antara Dua Sujud

Kemudian, angkat kepalamu sambal bertakbir. Lalu duduk, bentangkan kaki kiri dan duduklah di atasnya, kaki kanan di tegakkan dan hadapkan jari-jemari kaki kanan ke arah kiblat (duduk di antara dua sujud) setelah itu bacalah, “Allahumaghfirlii warhamnii wajburnii warfa’ni wahdinii wa ‘afinii warzuqnii.”

17. Bertakbir

Bertakbirlah untuk sujud yang kedua sebagaimana sujud yang pertama.

Bina-Qurani-Sifat-Shalat-Nabi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sifat Shalat Nabi, Source: Photo by Michael B Pexels

18. Bangkit dari Sujud

Setelah itu angkat kepalamu sambil bertakbir, duduklah sejenak seperti duduk di antara dua sujud. Lalu bangkitlah dengan tumpuan kedua tangan ke lantai menuju rakaat kedua.

19. Lakukan Sebagaimana Rakaat Pertama

Lakukanlah persis seperti apa yang dilakukan pada rakaat pertama. Yang perlu diingat, bacaan surat pada rakaat kedua ini lebih pendek dari bacaan surat pada rakaat pertama.

20. Duduk Tasyahud

Setelah selesai dari rakaat kedua, duduk tasyahudlah (seperti duduk di antara dua sujud). Letakkan telapak tangan kanan di atas lutut kanan dan telapak tangan kiri di atas lutut kiri. Telapak tangan kiri dibuka, telapak tangan kanan dikepalkan dnegan jari telunjuk menunjuk ke depan dan mengarahkan pandangan ke jari telunjuk tersebut.

21. Membaca Tahiyyat

Bacalah tahiyyat, kemudian bershalawatlah kepada Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Setelah itu, khusus untuk tasyahud akhir berdoalah dengan doa yang engkau kehendaki dari doa-doa yang disyariatkan.

22. Bangkit Berdiri

Setelah tasyahud, bangkitlah untuk rakaat ketiga. Lakukan seperti rakaat sebelumnya.

23. Salam

Setelah tasyahud akhir, ucapkanlah salam, “Assalamu ‘alaikum warahmatullaah,” sambil menengok ke kanan, dan mengucapkannya sekali lagi sambil menengok ke kiri.

24. Berdzikir

Setelah salam disunnahkan memperbanyak dzikir dengan dzikir yang ditetapkan oleh Sunnah yang shahih. Disunnahkan pula memperbanyak doa sambil berharap agar dikabulkan, tetapi tidak dengan mengangkat kedua tangan.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 096-099.

Thumbnail Source: Photo by Michael B Pexels

Artikel Terkait:
Waktu-waktu Shalat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login