Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Sikap Pasif Kaum Muslimin

Bina-Qurani-Sikap-Pasif-Kaum-Muslimin
Sikap Pasif Kaum Muslimin

Di antara sikap wala’ dan mahabbah karena Allah antar umat Islam adalah seorang muslim harus memedulikan urusan masyarakatnya secara umum dan memedulikan urusan saudaranya sesame muslim secara khusus.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda yang artinya:

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang, dan kelembutannya adalah bagaikan satu jasad. Jika suatu anggota tubuhnya mengadu kesakitan, maka sekujur tubuhnya itu menanggungnya, tidak tidur malam dan demam.” (HR. Bukhari Muslim)

Ini adalah gambaran masyarakat muslim. Adapun gambaran  antar pribadi muslim adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, yang artinya:

“Orang mukmin satu dengan mukmin lainnya bagaikan satu bangunan, yang sebagian menguatkan sebagian yang lain. Dan beliau merajutkan antara jari-jemarinya.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Sikap-Pasif-Kaum-Muslimin

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sikap Pasif Kaum Muslimin, Source: Photo by Alena D Pexels

Maka menjadi kewajiban kaum muslimin, baik secara individu maupun kelompok adalah memperhatikan problema yang ada di antara mereka dan problema yang ada antara mereka dengan musuh-musuh mereka shingga mereka mau menjalin ukhuwah Islamiyah.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَصْلِحُوا ذَاتَ بَيْنِكُم

Artinya:

“Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu.” (QS. Al-Anfal: 01)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُم

Artinya:

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara, sebab itu damaikanlah atau perbaikilah hubungan di antara kedua saudaramu itu.” (QS. Al-Hujurat: 10)

Hendaknya mereka memperhatikan jihad melawan musuh-musuh mereka. Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ (123)

Artinya:

“Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang-orang yang bertakwa.” (QS. At-Taubah: 123)

Maksudnya ialah mempersiapkan diri sebelum berjihad dengan menyelesaikan berbagai problematika yang mengganjal, menyatukan barisan, memperbaiki kondisi, dan mempersiapkan segala peralatan. SIapa yang tidak memedulikan problematika kaum muslimin, bahkan bersifat pasif, maka hal itu menunjukkan lemahnya iman, atau juga berarti dia itu munafik yang memberikan wala’ kepada kaum kafir.

Bina-Qurani-Sikap-Pasif-Kaum-Muslimin

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Sikap Pasif Kaum Muslimin, Source: Photo by David M Pexels

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

الَّذِينَ يَتَرَبَّصُونَ بِكُمْ فَإِنْ كَانَ لَكُمْ فَتْحٌ مِنَ اللَّهِ قَالُوا أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ وَإِنْ كَانَ لِلْكَافِرِينَ نَصِيبٌ قَالُوا أَلَمْ نَسْتَحْوِذْ عَلَيْكُمْ وَنَمْنَعْكُمْ مِنَ الْمُؤْمِنِي

Artinya:

“Yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu peristiwa yang akan terjadi pada dirimu hai orang-orang mukmin. Maka jika terjadi bagimu kemenangan dari Allah mereka berkata, ‘Bukankah kami turut berperang beserta kamu?’ dan jika orang-orang kafir mendapat keberuntungan atau kemenangan mereka berkata, ‘Bukankah kami turun memenangkanmu dan membela kamu dari orang-orang mukmin?’” (QS. An-Nisa: 141)

Allah menjelaskan bahwa sikap kaum munafik terhadap permasalahan umat Islam adalah pasif, yaitu menunggundan menonton siapa yang menang dan akan menjadi kawan. Adapun mukmin yang benar selalu memiliki karakter nasihat atau kesetiaan, baik dalam ucapannya, amalnya, maupun kiprahnya dalam masyarakatnya.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya:

“Agama adalah nasihat, beliau mengucapkan tiga kali. Kami bertanya, ‘Untuk siapa wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Untuk Allah, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan kaum muslimin pada umumnya’.” (HR. Muslim)

Demikianlah mudah-mudahan Allah memperbaiki kondisi umat Islam dengan meluruskan akidah mereka, memperbaiki bangsa dan para pemimpin mereka, dan semoga menyatukan hati mereka serta membulatkan tekad mereka.

Semoga shalawat serta salam tetap tercurah untuk Nabi kita Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

Dikutip dari: Dr. Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, Aqidatut Tauhid Kitabut Tauhid lis-Shaff Al-Awwal – Ats-Tsalis – Al-Aly. Edisi terjemah: Alih Bahasa Syahirul Alim Al-Adib, Lc., Kitab Tauhid, (Jakarta: Ummul Qura, 2018), 142-145.

Thumbnail Source: Photo by Thirdman Pexels

Artikel Terkait:
Bentuk-bentuk Lain Taklid Kepada Kaum Kafir

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login