Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Sistem Belajar Sekolah Islam Berbasis Pesantren Di Masa Pandemi

Wabah Covid19 adalah musibah terbesar di era digital. Begitulah jika Allah telah berkehendak maka pasti akan terjadi. Wabah yang tidak pandang bulu ini menjadi momok yang sangat mengerikan. Berbagai uji klinis vaksin sampai artikel ini di publish pun penawar belum ditemukan.

Wabah ini menimbulkan efek negatif di setiap sisi kehidupan terlebih dalam dunia pendidikan dimana sistem belajar menjadi terkendala. Mulai dari libur total sampai menumpuknya tugas belajar membuat jenuh para siswa. Para pendidik pun berusaha maksimal menghidupkan suasana belajar yang hanya mengandalkan PJJ(Pembelajaran Jarak Jauh) dan Pembelajaran online.

Bagi  sekolah Islam berbasis pesantren yang menjadikan kurikulum agama sebagai mata pelajaran umumnya pun menghadapi tantangan tersendiri. Contoh sekolah Islam berbasis pesantren tahfiz yang memuat kurikulum tajwid, tahsin dan tahfiz akan sangat kesulitan dalam mengarahkan tajwid yang tepat kepada peserta didik dan cara baca Alquran yang benar pun susah menilainya terlebih jika jaringan bermasalah.

Begitu juga sekolah Islam berbasis pesantren yang menjadikan kurikulum adab sebagai pembelajaran hariannya yang tidak hanya peserta didik dapatkan materi itu dari teori saja tetapi juga para peserta didik mengambil teladan dari guru-gurunya untuk sistem belajar yang paling kuat membekas kepada peserta didik. Sehingga kurikulum adab yang biasa dijalankan dan terkontrol oleh guru di sekolah Islam dengan sistem pembelajaran online di masa pandemi ini tentu akan sangat jauh sekali dari harapan. (Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, 1994).

Untuk itulah, sekolah Islam berbasis pesantren harus bijak menyikapi sistem pembelajaran di masa pandemi ini. Dan diantara solusi yang mungkin bisa diterapkan adalah sebagai berikut;

Pertama, sekolah Islam berbasis pesantren yang menjadi magnet kuat bagi orang tua untuk mendidik anaknya agar menjadi generasi terbaik hendaknya berinovasi dalam sistem pembelajaran online seperti membuat chanel youtube khusus. Tujuannya agar peserta didik merasakan suasana seolah dalam kelas dimana pendidik menyampaikan materi seolah siswa berada dihadapannya caranya pun seolah terjadi interaktif. Dengan begitu cara membaca Alquran dengan tajwid menjadi hidup dan penuh khidmat.

Kedua, diantara kendala pembelajaran online adalah terbatasnya kuota. Tidak semua peserta didik yang belajar di sekolah Islam berbasis pesantren dari kalangan atas justru sebaliknya kebanyakan pesantren peserta didiknya berasal dari orang tua yang berpenghasilan rendah. Dari analisis statistik pendidikan Islam menyebutkan bahwa dari 27.230 pesantren yang ada di Indonesia menunjukkan bahwa sekolah Islam berbasis pesantren salafiyah sebanyak 14.459 atau 53,10%. Dan sudah diketahui pesantren salafiyah kebanyakan peserta didiknya berasal dari orang tua yang berpenghasilan rendah.( http://www.pendis.kemenag.go.id/)

Untuk itu, sebuah kebijakan tepat jika pemerintah menetapkan bahwa dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) boleh digunakan untuk kuota internet bagi peserta didik yang jumlah keseluruhannya sebanyak 45,4 juta dengan alokasi dana APBN sebesar 54,32 Triliun rupiah pada Tahun 2020.( https://www.kompas.tv/, 2020). Tentunya pembagian kuota internet dari dana BOS ini harus diketatkan penggunaannya dan kontrolnya kepada peserta didik dan dibantu oleh orang tua agar tidak disalahgunakan.

Ketiga, sekolah Islam yang mengadakan PJJ hendaknya menugaskan peserta didik untuk meresume materi yang telah disampaikan atau pendidik memberi tugas terkait materi yang diberikan untuk mengevaluasi sejauh mana peserta didik memahami materi ilmu yang telah diberikan.

Keempat, sekolah Islam berbasis pesantren yang menerapkan metode pembiasaan dalam masalah adab sehingga peserta didik berkarakter islami bisa menggunakan metode kisah yang menginspirasi dalam bentuk video. Seperti kisah para Nabi, sahabat Rasulullah dan kisah inspiratif lainnya yang banyak sekali filmnya di youtube, ini bisa menjadi bahan mengajar dan peserta didik tentunya diminta untuk mereview apa adab yang tercermin dari film tersebut. Setelah itu pendidik meluruskan dari apa yang disimpulkan peserta didik dan mengarahkan intisari dari film tersebut.

TAGS
#Dana BOS #Pembelajaran Online #Pesantren #PJJ. #Sekolah Islam
Login