Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Sujud Sahwi

Bina-Qurani-Sujud-Sahwi
Sujud Sahwi

Jika engkau lupa dalam shalat, yakni dengan mengurangi atau menambahnya, maka engkau wajib melakukan dua kali sujud sebelum atau setelah salam sesuai dengan keadaan-keadaan berikut ini:

1. Lupa Rakaat

Jika engkau lupa satu rakaat atau lebih, lalu salam sebelum menyempurnakan shalat, maka berdirilah lalu kerjakan rakaat yang engkau tinggalkan. Setelah itu bersalamlah kemudian lakukan dua kali sujud.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam mengakhiri shalat setelah dua rakaat. Kemudian Dzulyadaid bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apakah shalat ini diqashar atau engkau telah lupa?” Beliau menjawab, “Apakah Dzulyadain benar?” Para sahabat menjawab, “Benar.” Kemudian Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam berdiri mengerjakan dua rakaat yang terlupa, lalu beliau salam. Setelah itu, beliau bertakbir lalu melakukan sujud seperti biasanya atau lebih lama, kemudian beliau mengangkat kepada dari sujud.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Sujud-Sahwi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sujud Sahwi, Source: Photo by Michael B Pexels

2. Menambah Rakat

Jika engkau menambah rakaat dalam shalat, lakukanlah sujud dua kali setelah salam. Diriwayatkan dari Abdullah bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mengerjakan shalat Zhuhur lima rakaat. Kemudian beliau ditanya, “Apakah shalat telah ditambah?” Beliau balik bertanya, “Memangnya ada apa? Dia menjawab, “Engkau telah shalat lima rakaat.” Kemudian beliau pun sujud dua kali setelah salam.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Lupa Melakukan Tasyahud Awal

Jika engkau lupa melakukan tasyahhud awal dan telah selesai melakukan tasyahud akhir, maka sujudlah dua kali sebelum salam kemudian setelah itu salamlah.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Buhainah bahwa ia berkata, “Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam pernah mengimami kami, ketika dua rakaat telah selesai, beliau langsung berdiri tanpa duduk (tasyahud awal). Orang-orang pun ikut berdiri bersama beliau. Seusai shalat kami meunggu beliau salam, ternyata beliau bertakbir sebelum salam, lalu melakukan sujud dua kali sambil duduk. Kemudian baru salam.” (HR. Muslim)

Bina-Qurani-Sujud-Sahwi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sujud Sahwi, Source: Photo by Michael B Pexels

4. Ragu dalam Shalat

Jika engkau ragu dalam shalatmu dan tidak mengetahui berapa rakaat yang engkau lakukan, pilihlah mana yang meyakinkan. Jika engkau ingat jumlah rakaat yang telah engkau kerjakan, jadikanlah jumlah itu sebagai patokan. Namun jika engkau tidak bisa memilih mana yang lebih kuat, maka yang dijadikan patokan adalah rakaat yang paling sedkit, kemudian lakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam.

Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam shalatnya dan tidak mengetahui sudah berapa rakaat yang ia kerjakan, tiga atau empat rakaat, hendaklah ia menghilangnkan keraguannya itu dan menjadikan patokan jumlah yang ia yakini kemudian hendklah ia melakukan dua kali sujud sebelum salam. Jika ternyata ia mengerjakan shalat lima rakaat, maka dua sujud itu sebagai penggenapnya, dan jika ternyata ia mengerjakan shalat dengan sempurna empat rakaat, maka dia sujud itu sebagai penghinaan kepada syetan.” (HR. Muslim)

5. Meninggalkan Bacaan Al-Fatihah

Jika engkau meninggalkan bacaan Al-Fatihah, rakaat, atau sujud, dan engkau teringat di rakaat berikutnya, hendaklah hal itu engkau abaikan dan tidak perlu dihitung satu rakaat. Kemudian sempurnakan shalatmu, lalu lakukan sujud sahwi dua kali dan salam. Demikianlah yang harus dilakukan jika seseorang lupa tidak melakukan salah satu di antara ruku-rukun shalat.

Bina-Qurani-Sujud-Sahwi

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sujud Sahwi, Source: Photo by Michael B Pexels

6. Meninggalkan Salah Satu Kewajiban Shalat

Jika engkau meninggalkan salah satu kewajiban shalat, maka lakukanlah dua kali sujud sahwi sebelum salam sebagaimana yang telah dikemukakan.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 174-177.

Thumbnail Source: Photo by Monstera Pexels

Artikel Terkait:
Sujud Tilawah: Hukum dan Bacaannya

TAGS
#Al Baqarah #Al Hujurat Ayat 13 #Al Maidah Ayat 2 #Alquran 30 Juz #Alquran adalah Cahaya #Ayat Kursi #Cara Menghafal Alquran #Doa Sesudah Sholat #Keutamaan Membaca Alquran #Sepertiga Malam
Login