Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Sumber Aqidah yang Benar

Bina-Qurani-Sumber-Aqidah-yang-Benar
Sumber Aqidah yang Benar

Secara umum, aqidah adalah keyakinan yang kokok akan sesuatu tanpa adanya keraguan sedikitpun. Secara bahasa, istilah aqidah berasal dari kata al ‘aqdu yang artinya berputar sekitar makna kokoh, kuat, dan erat. Apabila keyakinan tersebut sesuai dengan realitas yang ada, maka aqidah tersebut benar. Namun, apabila keyakinan tersebut tidak sesuai maka akiah tersebut bathil.

Aqidah merupakan tauqifiyah yaitu berdasarkan atas wahyu Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā semata. Ia tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil yang syar’i serta tidak ada medan ijtihad dan berpendapat di dalamnya.

Karena itulah, sumber-sumber aqidah hanya terbatas pada apa yang terdapat dalam Alquran dan As-Sunah. Sebab tidak ada seorang pun yang lebih mengetahui tentang Allah, tentang apa yang wajib bagi-Nya dan apa yang harus disucikan dari-Nya melainkan Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā sendiri. Dan tidak ada seorang pun sesudah Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang lebih mengetahui tentang Allah selain Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Oleh karena itu, manhaj salafus shalih dan para pengikutnya terdahulu dalam mengambil aqidah terbatas pada Alquran dan As-Sunah. Mereka mengimani, meyakini, dan mengamalkan segala yang ditunjukkan oleh Alquran dan As-Sunah tentang hak Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Bina-Qurani-Sumber-Aqidah-yang-Benar

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sumber Aqidah yang Benar, Source: Photo by Mr Aqieb Pexels

Sementara apa yang tidak ditunjukkan oleh Alquran dan As-Sunah, mereka menolak dan menafikannya dari Allah. Karena itu tidak ada pertentangan di antara mereka di dalam I’tiqad, bahkan aqidah mereka adalah satu dan jamaah mereka juga satu.

Sebab, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā telah menjamin orang yang berpegang teguh dengan Alquran dan Sunah Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dengan kesatuan kata, kesatuan aqidah, dan kesatuan manhaj.

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

Artinya:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran [03]: 103)

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā juga berfirman,

فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى

Artinya:

“… Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.” (QS. Thaha [20]: 123)

Bina-Qurani-Sumber-Aqidah-yang-Benar

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sumber Aqidah yang Benar, Source: Photo by Mr Aqieb Pexels

Oleh sebab itu, mereka dinamakan firqah najiyah yaitu golongan yang selamat. Sebab Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersaksi bahwa merekalah yang selamat ketika mengabarkan bahwa umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan yang semuanya di neraka, kecuali satu golongan.

Abdullah bin Umar Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda,

لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بني إسرائيل حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلاَنِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ ، وَإِنَّ بني إسرائيل تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً ، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً ، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً ، قَالُوا : وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللهِ ؟ قَالَ : مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي

Artinya:

“Umatku akan mengalami apa yang dialami oleh Bani Israil, seperti sejajarnya sandal dengan pasangannya, hingga apabila ada di antara mereka itu yang menyetubuhi ibunya secara terang-terangan, niscaya di antara umatku akan ada yang berbuat demikian. Dan, sungguh Bani Israil sudah berpecah belah menjadi 72 golongan, sedangkan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan. Semuanya di neraka, kecuali satu golongan.” Para Sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulallah?” Maka beliau menjawab, “Yaitu mereka yang berada di ajaranku pada hari ini dan para sahabatku.” (HR. At-Tirmidzi)

Kebenaran sabda Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam tersebut telah terbukti ketika sebagian manusia membangun aqidahnya di atas landasan selain Alquran dan Sunah. Yaitu di atas landasan ilmu kalam dan kaidah-kaidah mantiq yang diwarisi dari filsafat Yunani.

Maka, terjadilah penyimpangan dan perpecahan dalam aqidah yang mengakibatkan bercerai-berainya umat dan retaknya masyarakat Islam.

Thumbnail Source: Photo by Pir Sumeya Pexels

Artikel Terkait:
Berhukum dengan Selain Hukum Allah

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Akidah #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login