Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Sunnah Fi’iliyah Shalat

Bina-Qurani-Sunnah-Fi’iliyah-Shalat
Sunnah Fi’iliyah Shalat

Di antara sunnah-sunnah fi’iliyah shalat yaitu:

1. Meletakkan Sutrah di Depan Tempat Sujud

Ketika shalat, disunnahkan meletakkan sutrah di depan tempat sujud sebagai pembatas agar orang lain tidak melintas di depannya. Selain itu untuk melindungi pandangannya dari sesuatu yang ada di belakang sutrah.

Dalilnya adalah sabda Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

“Jika salah seorang dari kalian melaksanakan shalat, gunakanlah sutrah. Mendekatlah ke arah sutrah tersebut niscaya syetan tidak akan bisa memutus shalatnya.” (HR. Abu Daud)

Sutrah ini bisa berupa dinding, tiang, tongkat atau yang lainnya. Ukuran minimalnya sebesar pelana tunggangan (kayu yang dijadikan sandaran bagi punggung hewan).

Bina-Qurani-Sunnah-Fi’iliyah-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sunnah Fi’iliyah Shalat, Source: Photo by Masjid Pogung Dalangan Unsplash

2. Mengangkat Tangan Saat Takbiratul Ihram, Ruku’, Mengangkat Kepala Setelah Ruku’, dan Ketika Berdiri dari Tasyahud Awal

Diriwayatkan dari Nafi’, ia mengatakan bahwa Ibnu Umar Raḍiallāhu ‘Anhumā bertakbir dan mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat dan hendak ruku’. Ketika ia mengucapkan “Sami’allaahu liman hamidah,” ia mengangkat tangannya, begitu pula ketika berdiri menuju dua rakaat setelah tahiyyat awal. Lalu ia menceritakan hal itu kepada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

3. Meletakkan Tangan Kanan di Atas Tangan Kiri di Atas Dada

Diriwayatkan dari Sahl bin Abi Sa’id, ia berkata, “Orang-orang diperintahkan meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri dalam shalat.” (HR. Bukhari)

Dari Wa’il bin Hujr, ia berkata, “Aku pernah melaksanakan shalat bersama Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada beliau.” (HR. Ibnu Khuzaimah)

4. Melihat Tempat Sujud

Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata, “Ketika Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam masuk ke Ka’ ah, beliau tidak memalingkan pandangan dari tempat sujud beliau hingga beliau keluar dari tempat tersebut.” (HR. Al-Hakim)

Bina-Qurani-Sunnah-Fi’iliyah-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sunnah Fi’iliyah Shalat, Source: Photo by Alena D Pexels

5. Mertakan Punggung Ketika Ruku’

Meratakan punggung, tidak mengangkat atau menundukkan kepala, memegang erat kedua lutut, dan merenggangkan kedua tangan ketika ruku’ merupakan sunnah fi’iliyah shalat.

Sunnah-sunnah ini ditetapkan berdasarkan hadits Abu Humaid yang menggambarkan tata cara shalat Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Ia berkata, “Ketika ruku’, beliau memegang erat kedua lutut, meluruskan punggung dan tidak mengangkat kepala hingga melebihi tinggi punggung beliau.” (HR. Bukhari)

6. Meletakkan Tangan Terlebih Dahulu

Meletakkan tangan terlebih dahulu daripada lutut ketika turun untuk sujud adalah sunnah shalat.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu berkara bahwa, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Jika salah seorang dari kalian suju, maka janganlah ia menderum seperti menderumnya unta, hendklah ia meletakkan tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Daud)

Bina-Qurani-Sunnah-Fi’iliyah-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sunnah Fi’iliyah Shalat, Source: Photo by Michael B Pexels

7. Menempelkan Dahi, Hidung, dan Dua Telapak Tangan

Menempelkan dahi, hidung, dan dua telapak tangan di atas tanah atau lantai, telapak tangan sejajar dengan pundak atau kedua telinga, merenggangkan kedua tangan ke arah yang saling berlawanan, mengangkat siku agar tidak menempel ke tanah, menempelkan keuda kaki ke tanah, dan mengarahkan ujung jari tangan dan kaki ke arah kiblat merupakan sunnah-sunnah shalat ketika sujud.

Abdullah bin Buhainah mengatakan bahwa dalam shalatnya, Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam merenggangkan kedua tangann hingga ketiaknya yang putih terlihat. (HR. Bukhari Muslim)

Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

“Apabila engkau sujud, letakkanlah kedua telapak tanganmu di atas lantai, dan angkatlah kedua sikumu.” (HR. Muslim)

8. Duduk Iftirasy

Duduk iftirasy yaitu kaki kiri diduduki dan kaki kanan ditegakkan di antara dua sujud. Diriwayatkan dari ‘Aisyah, ia berkata, “Beliau Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam duduk di atas kaki kiri dan menegakkan kaki kanan (duduk iftirasy).” (HR. Muslim)

9. Memanjangkan Waktu Duduk di Antara Dua Sujud

Ini adlaah petunjuk Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam seperti yang diriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Ketika Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam duduk di antara dua sujud (karana lamanya), kami mengatakan, beliau sepertinya lupa.” (HR. Muslim)

10. Duduk Sejenak Sebelum Bangkit

Setelah sujud dan sebelum bangkit menuju rakaat kedua dan keempat, disunnahkan duduk sejenak. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits bahwa ia melihat Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam mengerjakan shalat, setelah menyelesaikan rakaat yang ganjil satu dan tiga, beliau duduk sejenak sebalum bangkit menuju rakaat beriktunya. (HR. Bukhari Muslim)

11. Bertumpu Ke Lantai dengan Kedua Tangan

Bertumpu ke lantai dengan kedua tangan ketika bangkit menuju rakaat berikutnya. Sunnah ini berdasarkan ucapan Malik bin Al-Huwairits, “Ketika beliau Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam mengangkat kepalanya dari sujud kedua, beliau duduk sejenak, lalu bertumpu ke lantai dengan kedua tangan dan kemudian bangkit menuju rakaat berikutnya.” (HR. Bukhari)

Bina-Qurani-Sunnah-Fi’iliyah-Shalat

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Sunnah Fi’iliyah Shalat, Source: Photo by Michael B Pexels

12. Duduk Iftirasy untuk Tasyahud Awal, dan Duduk Tawarruk untuk Tasyahud Akhir

Iftirasy yaitu menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Sedangkan tawarruk adalah menegakkan kaki kanan, kaki kiri diletakkan di bawah paha dan betis kaki kanan (posisinya lebih maju), dan yang menjadi tempat duduk adalah lantai.

13. Memberi Isyarat

Memberi Isyarat dengan telunjuk ketika tasyahud yang dimulai dari awal hingga akhir doa, dan mengarahkan pandangan kepadanya. Hal ini termasuk sunnah fi’iliyah shalat.

Dikutip dari: Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Fiqhus Sunnah Lin Nisa’ Wama Yajibu an Ta’rifahu Kullu Muslimatin min Ahkam. Edisi terjemah: Alih Bahasa M. Taqdir Arsyad, Fikih Sunnah Wanita Panduan Lengkap Wanita Muslimah, (Bogor: Griya Ilmu, 2019), 123-130.

Thumbnail Source: Photo by M Tamer Pexels

Artikel Terkait:
Sunnah Qauliyah Shalat

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
Login