Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Tahun Hijriyah Dan Tahun Masehi

Thumbnail-Bina-Qurani-Tahun-Hijriyah-dan-Tahun-Masehi
Tahun Hijriyah Dan Tahun Masehi

Kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi merupakan dua jenis penanggalan yang paling banyak digunakan oleh manusia di seluruh dunia sebagai patokan waktu. Meskipun sama-sama digunakan sebagai patokan waktu, namun sistem penanggalan yang digunakan pada kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi memiliki banyak perbedaan.

Kalender tahun Hijriyah adalah kalender yang dikenal sebagai kalender Islam. Penghitungan kalender ini dimulai sejak hijrahnya Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dari Mekkah ke Madinah. Namun, kalender tahun Hijriyah baru pertama kali diterapkan pada zaman Kekhalifahan Umar bin Khatthab Raḍiallāhu ‘Anhu karena adanya kesulitan dalam identifikasi dokumen yang tidak bertahun.

Sedangkan kalender tahun Masehi yaitu kalender yang ditemukan oleh Paus Gregorius, sehingga disebut pula dengan nama kalender Gregorian. Kalender Masehi merupakan hasil penyempurnaan dari kalender Julian, yang ditemukan oleh Kaisar Julius Caesar. Penyempurnaan ini dilakukan oleh Gregorius dikarenakan adanya ketidak sinkronan waktu terhadap musim dalam setahun.

Perbedaan Kalender Tahun Hijriyah dan Tahun Masehi

Selain dapat dilihat dari sejarah awal penggunaannya, perbedaan antara kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi juga dapat ditinjau dari aspek-aspek yang lain.

Berikut ini adalah beberapa hal dasar yang membedakan antara kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi:

1. Pedoman Waktu dalam Sistem Penanggalan

Di antara perbedaan yang mendasar pada kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi adalah pedoman waktu yang digunakan dalam sistem penanggalan kalender.

Sistem penanggalan yang digunakan pada Kalender tahun Hijriyah atau kalender Islam berpedoman pada siklus peredaran bulan mengitari bumi. Pergantian bulan baru pada kalender tahun Hijriyah berdasarkan pada penampakan hilal atau penampakan bulan sabit terkecil yang dapat diamati dengan mata telanjang.

Jumlah hari dalam satu tahun perhitungan kalender Hijriyah berkisar antara 354 hari hingga 355 hari.

Sedangkan pada kalender tahun Masehi, sistem penanggalannya berpedoman pada pergerakan bumi mengelilingi matahari. Jumlah hari yang ada dalam satu tahun perhitungan kalender Masehi umumnya 365 hari dan setiap empat tahun sekali jumlahnya menjadi 365 hari.

Pada tahun yang berjumlah 366 hari, sering disebut dengan nama tahun kabisat. Dimana pada tahun ini, bulan Februari yang biasanya hanya berakhir sampai 28 hari ditambah menjadi 29 hari.

2. Awal Perhitungan Sistem Penanggalan

Awal perhitungan sistem penanggalan antara kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi juga memiliki perbedaan.

Pada penanggalan Islam atau kalender Hijriyah, dalam menentukan awal penanggalan mengalami banyak perdebatan. Beberapa sahabat Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam menghendaki awal kalender Islam dimulai dari tahun kelahiran Nabi. Sedangkan beberapa sahabat yang lain berpendapat agar kalender Islam diawali pada tahun wafatnya Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam.

Meskipun banyak terjadi perdebatan, namun pada Kekhalifahan Umar bin Khatthab Raḍiallāhu ‘Anhu ditetapkan bahwa awal kalender Islam dimulai pada tahun peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam dari Mekah ke Madinah.

Sedangkan pada kalender tahun Masehi, awal penanggalan dimulai pada kelahiran Isa Al Masih. Hal ini juga yang mendasari pemilihan nama kalender tahun Masehi.

3. Jumlah Hari Setiap Bulannya

Perbedaan lain yang terdapat pada kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi adalah jumlah hari pada setiap bulannya.

Meski jumlah bulan dalam satu tahun pada kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi sama, yaitu 12 bulan dalam setahun. Namun, jumlah hari per bulannya memiliki perbedaan di antara keduanya.

Pada bulan-bulan dalam kalender tahun Hijriyah, umurnya berkisar antara 29 sampai 30 hari. Sedangkan pada kalender tahun Masehi, umurnya berkisar 30 sampai 31 hari, kecuali pada bulan kedua yang berumur hanya 28 hari.

4. Penentuan Awal dimulainya Hari

Pada perhitungan kalender tahun Hijriyah, awal hari dimulai saat matahari terbenam dan ketika bulan dilangit mulai muncul. Sedangkan pada penanggalan Masehi, perhitungan awal hari dimulai sejak tengah malam atau pada Pukul 00.00 waktu setempat.

5. Nama-nama Bulan

Kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi juga memiliki nama-nama bulan yang berbeda. Pada kalender Hijriyah, nama-nama bulan diambil dari bahasa arab dan memiliki kekhususan yang penting bagi perjuangan agama Islam. Sedangkan kalender Masehi, nama-nama bulannya diambul dari nama para dewa dan dewi serta beberapa bahasa latin.

Berikut ini adalah nama-nama bulan di kalender Hijriyah:

  • Muharram
  • Shafar
  • Rabi’ul Awal
  • Rabi’ul Akhir
  • Jumadil Awal
  • Jumadil Akhir
  • Rajab
  • Sya’ban
  • Ramadhan
  • Syawal
  • Dzulqa’dah
  • Dzulhijjah

Sedangkan nama bulan pada kalender tahun Masehi adalah sebagai berikut:

  • Januari
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mei
  • Juni
  • Juli
  • Agustus
  • September
  • Oktober
  • November
  • Desember

Demikianlah beberapa perbedaan mendasar antara kalender tahun Hijriyah dan tahun Masehi. Semoga bermanfaat.

Thumbnail Source: Photo by Blessing Ri on Unsplash

Artikel Terkait:
Kedudukan Pancasila Sebagai Dasar Negara

TAGS
#Batas Wilayah Indonesia #Indonesia #Olimpiade Tokyo 2020 #Pancasila #Pendiri Paskibraka #PPKM Level 4 #Rumah Adat Kalimantan Barat #Rumah Adat #Sejarah
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login