Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Tics Dan Sindrom Tourette

Bina-Qurani-Tics-Dan-Sindrom-Tourette
Tics Dan Sindrom Tourette

Sindrom tourette adalah kelainan syaraf yang menyebabkan penderitanya melakukan tics di luar kendali. Sedangkan tics, adalah suatu gerakan atau ucapan yang dilakukan oleh penderita sindrom tourette, dan terjadi secara berulang.

Tics dan sindrom tourette merupakan gangguan syaraf yang umumnya terjadi pada anak-anak usia 3 sampai 10 tahun. Gangguan syaraf ini merupakan gangguan yang langka dan biasanya lebih banyak diidap oleh anak laki-laki dibandingkan oleh anak perempuan.

Gangguan tics pada anak-anak, normalnya terjadi tidak lebih dari satu tahun. Namun, pada anak-anak yang mengidap sindrom tourette, gangguan tics dapat berlangsung lebih dari satu tahun dan dapat muncul kapan saja, dalam berbagai macam perilaku.

Penderita gangguan tics dan sindrom tourette umumnya dapat membaik seiring bertambahnya usia. Namun, penderita gangguan ini sebaiknya harus segera mendapatkan penanganan dan pengobatan khusus. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan agat tidak muncul gangguan-gangguan lain yang terjadi bersamaan dengan sindrom tourette.

Oleh karena itu, sebagai orang tua kita harus mengetahui gejala-gejala gangguan sindrom tourette sedari dini. Dengan demikian, orang tua dapat lebih cepat dalam mengambil tindakan untuk melakukan pengobatan pada anak yang mengidap gangguan tics dan sindrom tourette.

Bina-Qurani-Tics-Dan-Sindrom-Tourette

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Tics Dan Sindrom Tourette, Source: Photo by Bess H Pexels

Gejala Umum Sindrom Tourette

Sebagaimana telah disampaikan di atas, bahwa sindrom tourette adalah gangguan syaraf yang menyebabkan penderitanya melakukan gerakan atau ucapan berulang di luar kendali. Gerakan atau ucapan berulang inilah yang dinamakan tics, dimana ini merupakan gejala umum yang terjadi pada penderita sindrom tourette.

Berikut adalah beberapa jenis tics yang merupakan gejala penderita sindrom tourette:

1. Tics Motorik

Tics motorik pada penderita sindrom tourette ditandai dengan gerakan yang sama secara berulang-ulang. Gerakan ini terjadi pada beberapa kelompok otot tertentu saja (simple tics), atau terjadi pada beberapa otot sekaligus (complex tics).

Beberapa gerakan yang termasuk simple tics antara lain mengedipkan mata, menganggukkan atau menggelengkan kepala, mengangkat bahu, dan menggerakkan mulut. Sedangkan gerakan yang termasuk complek tics pada penderita simdrom tourette antara lain, menyentuh atau mencium suatu benda, meniru gerakan suatu objek, menekuk atau memutar badan, melangkah dalam pola tertentu, dan melompat-lompat.

2. Tics Vokal

Tics vokal pada penderita sindrom tourette ditandai dengan mengeluarkan ucapan atau suara yang tidak normal secara berulang-ulang.

Beberapa contoh vocal tics yang umumnya terjadi pada penderita sindrom tourette, antara lain adalah:

  • Batuk
  • Berdeham
  • Mengendus
  • Meludah
  • Bersiul
  • Bersuara menyerupai binatang
  • Mengulang perkataan sendiri (Palilalia)
  • Mengulang perkataan orang lain (Echophenomena)
  • Mengucapkan kata-kata kasar dan vulgar (Koprolalia)

Sebelum gejala-gejala di atas muncul baik tics motorik ataupun tics vocal, penderita mungkin akan mengalami sensasi seperti gatal, kesemutan, atau ketegangan pada bagian tubuh tertentu. Namun, sensasi tersebut akan hilang setelah munculnya tics tersebut.

Faktor Penyebab Gangguan Tics dan Sindrom Tourette

Selain mengetahui gejala sindrom tourette, orang tua juga harus mengetahui faktor-faktor penyebab munculnya sindrom tourette pada anak. berikut ini adalah beberapa hal yang diduga memiliki keterkaitan dengan sindrom tourette:

  • Kelainan genetic yang diturunkan dari orang tua.
  • Kelainan zat kimia otak atau neurotransmitter.
  • Kelainan pada struktur atau fungsi basal ganglia, yaitu bagian otak yang mengontrol gerak tubuh.
  • Gangguan yang dialami ibu selama masa kehamilan atau proses melahirkan. Seperti stress dalam masa kehamilan, proses persalinan yang lama, atau bayi lahir dengan berat badan di bawah normal

Itulah beberapa hal yang diduga menjadi penyebab sindrom tourette pada anak.

Pengobatan untuk Pengidap Gangguan Tics dan Sindrom Tourette

Sindrom tourette adalah kondisi kronis yang sulit untuk disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan hanya bertujuan untuk mengendalikan serangan tics yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Sementara itu, jika tics tidak terlalu parah biasanya pengobatan tidak diperlukan.

Berikut ini beberapa pilihan pengobatan yang biasa dilakukan oleh dokter untuk mengatasi sindrom tourette:

1. Minum Obat Khusus

Salah satu pengobatan yang dapat dilakukan bagi pengidap sindrom ini adalah dengan mengonsumsi obat. Beberapa obat yang bisa dikonsumsi oleh penderita sindrom tourette atas rekomendasi dokter, antara lain:

  • Obat Antiseptik
  • Suntikan Botulinum (Botox)
  • Obat ADHD
  • Obat Darah Tinggi
  • Obat Antidepresan
  • Obat Anti Kejang

Konsumsi obat ini tidak bisa sembarangan. Seorang penderita sindrom tourette disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk menentukan obat yang paling sesuai dengan kebutuhan pengobatan.

2. Terapi Perilaku

Selain menjalani pengobatan dengan konsumsi obat, penderita sindrom tourette juga dapat melakukan terapi perilaku. Pengobatan ini membantu anak untuk mengontrol tics dengan cara yang sangat hati-hati dan sistematis.

Terapi perilaku juga tidak hanya diberikan kepada penderita, namun juga pada keluarga. Pada terapi ini, keluarga akan mendapatkan cara penanganan menghadapi serangan tics pada anak, agar situasi tidak semakin memburuk.

Thumbnail Source: Photo by Mart P Pexels

Artikel Terkait:
Dampak Negatif Gadget Pada Anak

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam #Sekolah Tahfiz
Login