Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Uwais Al Qarni

Bina-Qurani-Uwais-Al-Qarni
Uwais Al Qarni

Harta bisa dicari, ilmu bisa digali, namun kesempatan berbakti kepada kedua orang tua sangat begitu berarti. Berbakti kepada kedua orang tua merupakan kewajiban mutlak yang harus dilakukan oleh setiap anak. Meski memang nilai bakti kita kepada keduanya tidak sebanding dengan kebaikan mereka kepada kita.

Salah satu kisah yang patut untuk diambil pelajaran adalah kisah Uwais Al Qarni. Terutama kisah amalan mulia tentang bakti kepada orang tuanya. Kisahnya berawal dari pertemuannya dengan Umar bin Al Khattab radiyallahu’anhu.

Bina-Qurani-Uwais-Al-Qarni

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Uwais Al Qarni, Source: Photo by Jeremy Bishop Unsplash

Kisah Uwais Al Qarni

“Dari Usair bin Jabir ia berkata, Umar bin Al Khattab ketika didatangi serombongan dari Yaman ia bertanya apakah di tengah-tengah kalian ada yang bernama Uwais bin Amir? Sampai Umar mendatangi Uwais dan bertanya benarkah engkau adalah Uwais bin Amir? Uwais menjawab iya benar. Umar bertanya lagi, benar engkau dari Murad dari Qarn? Uwais menjawab, iya.”

Kemudian Umar bin Al Khattab bertanya lagi kepada Uwais Al Qarni. Apakah benar engkau dahulu memiliki penyakit kulit lantas sembuh kecuali sebesar satu dirham? Uwais menjawab, iya. Umar bertanya lagi, benar engkau punya seorang ibu? Uwais menjawab, iya.

قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ يَأْتِى عَلَيْكُمْ أُوَيْسُ بْنُ عَامِرٍ مَعَ أَمْدَادِ أَهْلِ الْيَمَنِ مِنْ مُرَادٍ ثُمَّ مِنْ قَرَنٍ كَانَ بِهِ بَرَصٌ فَبَرَأَ مِنْهُ إِلاَّ مَوْضِعَ دِرْهَمٍ لَهُ وَالِدَةٌ هُوَ بِهَا بَرٌّ لَوْ أَقْسَمَ عَلَى اللَّهِ لأَبَرَّهُ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ يَسْتَغْفِرَ لَكَ فَافْعَلْفَاسْتَغْفِرْ لِى. فَاسْتَغْفَرَ لَهُ. فَقَالَ لَهُ عُمَرُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ الْكُوفَةَ. قَالَ أَلاَ أَكْتُبُ لَكَ إِلَى عَامِلِهَا قَالَ أَكُونُ فِى غَبْرَاءِ النَّاسِ أَحَبُّ إِلَىَّ

Umar berkata, aku sendiri pernah mendengar Rasulullah Sallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Nanti akan datang seseorang bernama Uwais bin Amir bersama serombongan dari Yaman. Ia berasal dari Murad kemudian dari Qarn. Ia memiliki penyakit kulit kemudian sembuh darinya kecuali sisa bagian sebesar satu dirham. Ia punya seorang ibu dan sangat berbakti kepadanya. Seandainya ia mau bersumpah kepada Allah, maka akan diperkenankan apa yang ia pinta. Jika engkau mampu agar ia meminta pada Allah supaya engkau diampuni, mintalah padanya.”

Umar pun berkata, mintalah kepada Allah untuk mengampuniku. Kemudian Uwais mendoakan umar dengan meminta ampunan kepada Allah. Umar pun bertanya kepada Uwais, engkau hendak kemana? Uwais menjawab, ke Kufah.

Umar pun berkata kepada Uwais, bagaimana jika aku menulis surat kepada penanggung jawab di negeri Kufah supaya membantumu? Uwais menjawab, aku lebih suka menjadi orang yang lemah (miskin).

Uwais Al Qarni adalah seorang pemuda yang saleh dan sangat berbakti kepada ibunya (seorang wanita tua yang lumpuh). Uwais senantiasa merawat dan memenuhi semua permintaan ibunya. Bahkan ketika ibunya meminta untuk menunaikan ibadah haji sekalipun, Uwais tetap berusaha memenuhi permintaannya.

Bina-Qurani-Uwais-Al-Qarni

Site: Bina Qurani Islamic School, Image: Uwais Al Qarni, Source: Photo by Jeremy Bishop Unsplash

Padahal ketika itu perjalanan dari tempat Uwais Al Qarni ke Mekah sangatlah jauh, dan harus melewati padang tandus yang panas. Orang-orang disekitarnya biasa menggunakan unta dan membawa banyak perbekalan ketika pergi ke Mekah. Lantas bagaimana hal itu dilakukan Uwais, sementara ia adalah orang miskin dan tidak memiliki kendaraan.

Singkat cerita, Uwais Al Qarni akhirnya berusaha dan berlatih keras agar ia bisa menggendong ibunya dari Yaman ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Sebuah cara dan usaha yang sungguh sangat luar biasa. Alangkah besar cinta dan bakti Uwais kepada ibunya, ia rela menempuh perjalan yang jauh dan sulit demi memenuhi keinginan ibunya.

Uwais Al Qarni kala itu sebenarnya hanyalah dikenal sebagai pemuda miskin biasa. Namun karena ketaatan dan perjuangan bakti tulus kepada ibunya membuat ia dimuliakan oleh Allah dan namanya terkenal sampai ke penduduk langit.

Thumbnail Source: Photo by Il Vagabiondo Unsplash

Artikel Terkait:
Kisah Nabi Sulaiman

TAGS
#adab penuntut ilmu #Alquran 30 Juz #Berbakti kepada orang tua #Doa-doa #Fikih Puasa #Mukjizat Nabi Isa #Belajar Alquran #Belajar Islam #Boarding School #Pendidikan anak #Sekolah Islam
Login