Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Post Type Selectors

Waktu Shalat Fardhu

Bina-Qurani-Waktu-Shalat-Fardhu

Waktu-waktu Shalat Fardhu

Sebagaimana telah masyhur di kalangan masyarakat bahwa, di antara amalan yang paling dicintai oleh Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā adalah melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Shalat merupakan amal ibadah yang paling utama setelah dua kalimat syahadat, dimana orang yang mengingkari kewajiban shalat ini maka dia telah kafir.

Rasululllah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ الصَّلَاةُ عَلَى مِيقَاتِهَا

Artinya:

Dari Abdullah bin Mas’ud Raḍiallāhu ‘Anhu, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam, ‘Amalan apakah yang paling Allah cintai?’ Beliau menjawab, ‘Melaksanakan shalat tepat pada waktunya’.” (HR. Bukhari Muslim)

Bina-Qurani-Waktu-Shalat-Fardhu

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Waktu Shalat Fardhu, Source: Photo by Ali Unsplash

Hadits di atas merupakan anjuran bagi kita untuk melaksanakan shalat tepat pada waktunya. Adapun untuk dapat melaksanakan shalat tepat pada waktunya maka wajib bagi kita untuk mengetahui waktu masuk shalat. Berikut ini waktu-waktu shalat sebagaimana hadits Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam:

عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ، فَقَالَ: ” كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الظُّهْرَ بِالْهَاجِرَةِ، وَالْعَصْرَ وَالشَّمْسُ نَقِيَّةٌ، وَالْمَغْرِبَ إِذَا وَجَبَتْ، وَالْعِشَاءَ أَحْيَانًا يُؤَخِّرُهَا، وَأَحْيَانًا يُعَجِّلُ، وَكَانَ إِذَا رَآهُمْ قَدِ اجْتَمَعُوا عَجَّلَ، وَإِذَا رَآهُمْ قَدْ أَبْطَئُوا أَخَّرَ، وَالصُّبْحَ – قَالَ: كَانُوا، أَوْ قَالَ: كَانَ – يُصَلِّيهَا بِغَلَسٍ

Artinya:

Dari Jabir bin Abdillah Raḍiallāhu ‘Anhumā, dia berkata, “Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam melaksanakan shalat Zhuhur pada saat panas menyengat setelah matahari tergelincir, shalat Ashar pada saat matahari masih jernih, shalat Maghrib apabila matahari tenggelam, dan shalat Isya terkadang demikian dan terkadang demikian. Apabila beliau melihat mereka telah kumpul, maka beliau bergegas melaksanakannya. Namun apabila beliau melihat mereka terlambat, beliau mengakhirkan atau menunda pelaksanaannya. Dan shalat Shubuh, Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam selalu melaksanakannya pada saat ghalas (keadaannya masih gelap dan remang-remang).” (HR. Bukhari Muslim)

Dari hadits di atas dijelaskan terkati waktu shalat, mulai dari Zhuhur hingga subuh. Berikut kami uraiakan penjelasannya:

Bina-Qurani-Waktu-Shalat-Fardhu

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Waktu Shalat Fardhu, Source: Photo by Ahdy Unsplash

1. Waktu Shalat Zhuhur

Berdasarkan hadits di atas terdapat penjelasan bahwa dianjurkan untuk mempercepat pelaksanaan shalat Zhuhur pada awal waktunya, yaitu dari sejak matahari tergelincir. Kecuali pada saat panas benar-benar menyengat, maka dianjurkan untuk menunda pelaksanaan shalat Zhuhur sampai udara menjadi sejuk.

Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا اشْتَدَّ الْحَرُّ، فَأَبْرِدُوا عَنِ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ شِدَّةَ الْحَرِّ مِنْ فَيْحِ جَهَنَّمَ

Artinya:

“Apabila panas menyengat, maka tundalah pelaksanaan shalat zhuhur sampai udara menjadi sejuk, karena panas yang menyengat merupakan bagian dari uap neraka Jahannam.” (HR. Bukhari Muslim)

Waktu Zhuhur adalah dari sejak matahari tergelincir sampai bayangan segala sesuatu menjadi seukuran dengannya.

2. Waktu Shalat Ashar

Di dalam hadits di atas juga terdapat penjelasan tentang anjuran untuk bergegas melaksanakan shalat Ashar.

Waktu shalat Ashar adalah dari sejak keluarnya waktu shalat Zhuhur sampai bayangan segala sesuatu menjadi dua kali lipat ukurannya. Itu dalah satu pendapat. Tetapi, pendapat yang paling shahih adalah bahwa waktu shalat Ashar memanjang sampai matahari menguning.

3. Waktu Shalat Maghrib

Hadits di atas juga menjelaskan bahwa shalat maghrib juga harus segera dilaksanakan. Adapun waktu shalat Maghrib adalah apabila matahari telah tenggelam atau terbenamnya matahari. Sedangkan akhir waktu shalat Magrib yaitu apabila telah hilangnya syafaq (cahaya merah di ufuk barat).

Bina-Qurani-Waktu-Shalat-Fardhu

Site: Bina Qurani Islamic Boarding School, Image: Waktu Shalat Fardhu, Source: Photo by Katerina Unsplash

4. Waktu Shalat Isya

Pelaksanaan shalat Isya berdasarkan hadits di atas dijelaskan bahwa harus memperhatikan kondisi para makmum dan menundanya sampai mendekati pertengahan malam adalah lebih utama apabila tidak menyulitkan para makmum lantaran beberapa alasan yang akan disebutkan nanti.

Awal waktu Isya adalah dari sejak hilangnya syafaq ahmar sampai sepertiga malam terakhir, menurut salah satu pendapat. Akan tetapi pendapat yang shahih bahwa waktu shalat Isya memanjang sampai pertengahan malam

5. Waktu Shalat Shubuh atau Fajar

Dalam hadits di atas terdapat penjelasan bahwa dianjurkan untuk bergegas melaksanakan shalat Fajar pada saat ghalas (masih gelap).

Imam Abu Hanifaf Raḥimahullāh berkata, “Sangat dianjurkan menunda pelaksanaan shalat Fajar dan waktunya sampai matahari terbit.” Adapun sebagian ulama yang lain berkata, “Panjangkanlah shalat Fajar sampai kalian masuk pada waktu Isfar.”

Ada juga yang berkata, “Janganah kalian shalat Fajar sampai kalian benar-benar pastikan bahwa fajar telah terbit.”

Dikutip dari: Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di, Syarah Umdatul Ahkaam. Edisi terjemah: Alih Bahasa Suharlan, Lc., dan Suratman, Lc., Syarah Umatul Ahkam, (Jakarta: Darus Sunnah Press, 2017), 095-098.

Thumbnail Source: Photo by Daniel Unsplash

Artikel Terkait:
Shalat – Amalan yang Paling Dicintai

TAGS
#adab penuntut ilmu #adab sebelum ilmu #Adab #Alquran 30 Juz #Cara Sholat Jenazah #Doa Selesai Sholat #Generasi Qurani #Keutamaan Membaca Alquran #Memuliakan Orang Tua #Belajar Alquran #Bina Qurani #Menghafal Alquran #Sekolah Islam
© 2021 BQ Islamic Boarding School, All Rights reserved
Login