Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Waktu-waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Bina-Qurani-Waktu-waktu Utama-Membaca-Ayat-Kursi
Bacaan Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat yang paling agung di dalam Alquran, karena di dalam ayat kursi terdapat nama Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā yang paling agung, yaitu Al-Hayyu dan Al-Qayyum. Keagungan ayat kursi melebihi agungnya langit dan bumi, karena di dalamnya mencakup nama dan sifat Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Bina-Qurani-Waktu-waktu Utama-Membaca-Ayat-Kursi

Image: Waktu-waktu Utama Membaca Ayat Kursi, Source: Photo From Pok Rie Pexels

Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā berfirman:

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

(Allohu laa ilaha illaa huwal-hayyul qoyyuum laa ta’-khudzuhu sinatuw-walaa nauum lahu maa fis-samaa waa ti wa maa fil ardh mandzalladzii yasyfa-‘u ‘indahu illaa biidznihi ya’lamu maa bayna aydiihim wa maa kholfahum wa laa yuhii thuuna bisyai im-min ‘ilmihi illaa bimaasyaa wa si-‘a kursiyyuhussa maa waa ti wal-ardh wa laa ya-uuduhu hifdhuhumaa wa huwal ‘aliyyul ‘adhiim)

Artinya:

“Dialah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang ada di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al-Baqarah [02]: 255)

Ayat kursi juga merupakan salah satu sebab dimasukannya seseorang ke dalam surga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Bina-Qurani-Waktu-waktu Utama-Membaca-Ayat-Kursi

Image: Waktu-waktu Utama Membaca Ayat Kursi, Source: Photo From Freepik

Waktu-Waktu Utama Membaca Ayat Kursi

Ayat kursi adalah ayat Alquran yang paling agung. Keagungan ayat kursi melebihi agungnya penciptaan langit dan bumi, agungnya ayat kursi ini dikarenakan di dalam ayat tersebut mencakup nama dan sifat Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā.

Begitu agung dan mulianya ayat kursi ini, hendaknya memotivasi diri kita agar senantiasa membacanya. Dengan membaca ayat kursi, Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā akan mendatangkan banyak keutamaan untuk kita. Baik keutamaan yang kita dapatkan di dunia maupun di akhirat.

Adapun waktu-waktu utama yang dianjurkan untuk membaca ayat kursi adalah pada waktu-waktu berikut:

  • Waktu pagi dan petang
  • Sebelum tidur
  • Setelah selesai shalat lima waktu

Waktu-waktu di atas adalah waktu-waktu yang utama untuk membaca ayat kursi, adapun dalil-dalil yang menyebutkan keutamaan membaca ayat kursi pada waktu-waktu di atas adalah sebagai berikut:

Bina-Qurani-Waktu-waktu Utama-Membaca-Ayat-Kursi

Image: Waktu-waktu Utama Membaca Ayat Kursi, Source: Photo From Shutterstock Standard License Unlimited Web Distribution Bosnian

1. Waktu Pagi dan Petang

Dalil yang menunjukkan waktu pagi dan petang merupakan waktu utama untuk membaca ayat kursi adalah, sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka’ab.

Ubay bin Ka’ab Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِذَا قَرَأْتَهَا غُدْوَةً أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُمْسِيَ ، وَإِذَا قَرَأْتَهَا حِينَ تُمْسِي أُجِرْتَ مِنَّا حَتَّى تُصْبِحَ

“Siapa yang membacanya di waktu pagi, maka ia akan dilindungi oleh Allah dari berbagai gangguan hingga petang. Siapa yang membacanya di waktu petang, maka ia akan dilindungi hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim)

2. Waktu Sebelum Tidur

Membaca ayat kursi pada waktu sebelum tidur merupakan sunah yang diajarkan oleh Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam. Hal ini dilihat berdasarkan dari pengaduan Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu pada Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam tentang seseorang yang mengajarkan ayat kursi kepadanya.

Abu Hurairah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

دَعْنِي أُعَلِّمْكَ كَلِمَاتٍ يَنْفَعُكَ اللَّهُ بِهَا قُلْتُ مَا هُوَ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ فَإِنَّكَ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَنَّكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ فَأَصْبَحْتُ فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا فَعَلَ أَسِيرُكَ الْبَارِحَةَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ زَعَمَ أَنَّهُ يُعَلِّمُنِي كَلِمَاتٍ يَنْفَعُنِي اللَّهُ بِهَا فَخَلَّيْتُ سَبِيلَهُ قَالَ مَا هِيَ قُلْتُ قَالَ لِي إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ مِنْ أَوَّلِهَا حَتَّى تَخْتِمَ الْآيَةَ {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} وَقَالَ لِي لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ وَكَانُوا أَحْرَصَ شَيْءٍ عَلَى الْخَيْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ تَعْلَمُ مَنْ تُخَاطِبُ مُنْذُ ثَلَاثِ لَيَالٍ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ لَا قَالَ ذَاكَ شَيْطَانٌ

“Abu Hurairah menjawab, ‘Wahai Rasulullah, ia mengaku bahwa ia mengajarkan satu kalimat yang Allah beri manfaat padaku jika membacanya. Sehingga aku pun melepaskan dirinya’. Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bertanya, ‘Apa kalimat tersebut?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Ia mengatakan kepadaku, jika aku hendak pergi tidur di ranjang, hendaklah membaca ayat kursi hingga selesai yaitu bacaan -Allahu laa ilaha illa huwal hayyul qoyyum-. Lalu ia mengatakan padaku bahwa Allah akan senantiasa menjagaku dan setan pun tidak akan mendekatiku hingga pagi hari. Dan para sahabat lebih semangat dalam melakukan kebaikan.’ Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam pun bersabda, ‘Adapun dia kala itu berkata benar, namun asalnya dia pendusta. Engkau tahu siapa yang bercakap denganmu sampai tiga malam itu, wahai Abu Hurairah?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Tidak.’ Nabi Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam berkata, ‘Dia adalah setan’.” (HR. Bukhori)

Bina-Qurani-Waktu-waktu Utama-Membaca-Ayat-Kursi

Image: Waktu-waktu Utama Membaca Ayat Kursi, Source: Photo From Bagas Rais Pexels

3. Setelah Selesai Shalat Lima Waktu

Membaca ayat kursi setelah selesai shalat lima waktu merupakan salah satu sebab seseorang dimasukkan ke dalam Surga.

Abu Umamah Raḍiallāhu ‘Anhu meriwayatkan hadis bahwa Rasulullah Ṣallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

مَنْ قَرَأَ آيَةَ الكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ مَكْتُوْبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُوْلِ الجَنَّةِ اِلاَّ اَنْ يَمُوْتَ

“Siapa yang membaca ayat kursi setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.” (HR. An-Nasai dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

Maksud hadis di atas yaitu, bahwa orang yang membaca ayat kursi maka tidak ada yang akan menghalanginya masuk surga ketika ia mati.

Semoga Allah Subḥānahu Wa Ta’ālā memberikan taufik kepada kita agar diberikan kemudahan dalam membaca ayat kursi secara rutin. Dan semoga Allah masukkan kita semua ke dalam Jannah-Nya, yakni surga Firdaus.

Thumbnail Source: Photo From Freepik

Artikel Terkait:
QS. Al Maidah Ayat 2

TAGS
#Al Baqarah #Al Maidah Ayat 2 #Al Maidah #Alquran 30 Juz #Alquran adalah Cahaya #Ayat Kursi #Cara Menghafal Alquran #Keutamaan Membaca Alquran #Pengertian Alquran #Waktu Membaca Ayat Kursi
Login