Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content

Yang Harus Dijauhi Saat Mengaji

Sekolah tahfiz merupakan sarana pendidikan terbaik untuk buah hati. Didalamnya diajarkan banyak kebaikan dan kesehariannya adalah membersamai Alquran. Ayat demi ayat dibaca dan dihafal setiap hari menjadi obat bagi jiwa dan penawar hati yang sakit.

Tentunya keistimewaan membaca Alquran yang sangat luar biasa bagi santri Sekolah tahfiz haruslah dijaga. Agar pahala sebaik zikir berupa membaca Alquran ini tidak terhapus dan menjadi sia-sia. Allah berfirman dalam QS. Al Zumar[39]: 23;

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ

“Allah telah menurunkan perkataan paling baik yaitu Alquran yang serupa ayat-ayatnya lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah…”

Alquran adalah perkataan yang paling baik yang serupa penjelasan hukumnya dan kokoh diatas kebenaran serta dibangun atas dasar kemanfaatan yang luas bagi makhluk dan juga selaras rangkaian kalimatnya dalam sastra dengan gaya bahasa yang tinggi. (Ruh al Am’ani lil Imam al Alusi, 1415 H).

Imam Nawawi Rahimahullah berkata: “Ketahuilah sesungguhnya mazhab sahih yang menjadi pegangan para ulama adalah bacaan Alquran lebih utama daripada tasbih, tahlil dan zikir lainnya. (Al Tibyan Fi Adab Hamla Al Quran, 1994).

Demikian besarnya pahala mengaji sehingga keutuhan pahala harus dijaga oleh santri Sekolah tahfiz dengan beberapa hal berikut ini. Pertama, santri Sekolah tahfiz hendaknya mengikhlaskan bacaan dan hafalannya hanya untuk rida Allah Subhanahu wata’ala.

Kedua, santri Sekolah tahfiz hendaknya meninggalkan segala hal yang diperintahkan untuk ditinggalkan didalam Alquran sebagai bentuk pemuliaan terhadap Alquran dan penjagaannya. Imam Fudail Ibnu ‘Iyadh Rahimahullah berkata:

حَامِلُ الْقُرْآنِ حَامِلُ رَايَةِ الْإِسْلَامِ لَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَلْغُوَ مَعَ مَنْ يَلْغُو وَلَا أَنْ يَلْهُوَ مَعَ مَنْ يَلْهُو وَلَا يَسْهُوُ مَعَ مَنْ يَسْهُو وَيَنْبَغِي لِحَامِلِ الْقُرْآنِ أَنْ لَا يَكُونَ لَهُ إِلَى الْخَلْقِ حَاجَةٌ لَا إِلَى الْخُلَفَاءِ , فَمَنْ دُونَهُمْ وَيَنْبَغِي أَنْ يَكُونَ حَوَايِجُ الْخَلْقِ إِلَيْهِ

“Penghafal Alquran adalah pembawa bendera Islam, tidak sepatutnya mereka bermain (lalai) bersama orang yang lalai dan lupa bersama orang yang lupa dan sepatutnya para penghafal Alquran tidak menyandarkan kebutuhannya kepada makhluk ataupun kepada pemimpin dan yang lainnya justru seyogyanya makhluklah yang butuh akan keberadaannya (yang sangat bermanfaat).” (al Tibyan fi Hamla al Quran, 1994).

Ketiga, santri Sekolah tahfiz hendaknya menjaga diri dari pekerjaan yang haram dan pekerjaan yang menjerumuskan kepada kehinaan dan dosa serta wara’ (memiliki sifat hati-hati terhadap perkara yang terlarang). (Akhlak Ahlu al Quran, 2003).

Keempat, santri Sekolah tahfiz menghiasi diri dengan kemuliaan jiwa dan akhlak, tawadu, menjauhi sifat tercela, dan perangai yang buruk di tengah masyarakat.

Kelima, santri Sekolah tahfiz janganlah menjadikan Alquran sebagai sumber penghasilan dan sandaran hidupnya. Rasulullah Shallalohu ‘alaihi wasalam bersabda: “

اقرؤوا القرآن ولا تأكَّلوا به ولا تجفوا عنه ولا تغلوا فيه

 Bacalah Alquran dan janganlah menyandarkannya untuk mencari makan, jangan menjauhinya, dan jangan berlebihan dalam ajarannya. (HR. Ahmad).

TAGS
#Bahaya Riya #Sekolah Alquran #Islamic School #Sekolah Tahfiz
Login