Budaya literasi menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi berilmu, beradab, dan berwawasan luas. Menyadari hal tersebut, SMP BQ Islamic Boarding School menghadirkan sebuah program literasi inspiratif bertajuk LABIRIN (Literasi Amanah Bina Qurani). Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi santri untuk menumbuhkan kecintaan membaca dan keterampilan menulis secara berkelanjutan.

Pengantar Kegiatan LABIRIN di SMP BQ Islamic Boarding School
Kegiatan LABIRIN diselenggarakan sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan yang seimbang antara akademik, karakter, dan kecakapan abad 21. Program ini menghadirkan Bapak Deden Fahmi Fadilah, M.Pd., seorang praktisi dan pegiat literasi seni Kota Bogor, sebagai pemateri utama yang berbagi wawasan, pengalaman, dan inspirasi seputar dunia literasi.
Apa Itu Literasi? Pengertian dan Makna di Dunia Pendidikan
Secara sederhana, literasi adalah kemampuan seseorang dalam membaca, memahami, mengolah, dan mengekspresikan informasi melalui tulisan maupun lisan. Namun dalam konteks pendidikan modern, literasi tidak berhenti pada membaca teks, melainkan juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menulis ide secara runtut, dan memahami realitas melalui sudut pandang yang luas.

Mengapa Literasi Penting bagi Sekolah dan Pesantren?
Bagi sekolah dan pesantren, literasi berperan sebagai jantung pembelajaran. Santri yang memiliki budaya literasi yang baik cenderung lebih aktif bertanya, mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, serta memiliki daya analisis yang matang. Di lingkungan pesantren, literasi juga menjadi sarana untuk memahami nilai-nilai keislaman secara mendalam dan kontekstual.
LABIRIN sebagai Program Penguatan Literasi Santri
Melalui LABIRIN, SMP BQ menghadirkan pendekatan literasi yang menyenangkan, aplikatif, dan relevan dengan dunia santri. Tidak hanya mendorong kebiasaan membaca, program ini juga memotivasi santri untuk mulai menulis, baik dalam bentuk cerita, refleksi, maupun karya literasi lainnya.

Peran Praktisi Literasi Seni Kota Bogor
Kehadiran Bapak Deden Fahmi Fadilah, M.Pd. memberikan warna tersendiri dalam kegiatan LABIRIN. Dengan pengalaman sebagai pegiat literasi seni, beliau menyampaikan bahwa literasi adalah proses panjang yang harus ditumbuhkan melalui kebiasaan kecil, konsisten, dan penuh makna.
Literasi Membaca
Santri diajak memahami bahwa membaca bukan kewajiban, melainkan kebutuhan untuk memperluas sudut pandang.
Literasi Menulis
Menulis dipandang sebagai sarana menuangkan ide, melatih logika, dan membangun kepercayaan diri.
Literasi sebagai Pondasi Berpikir Kritis
Literasi melatih santri untuk tidak sekadar menerima informasi, tetapi juga menganalisis dan memaknainya.
Tujuan LABIRIN Menurut Waka Kesiswaan
Waka Kesiswaan SMP BQ Islamic Boarding School, Ust. M. Izzul Hadi M.Z., S.Pd., menyampaikan bahwa tujuan utama LABIRIN adalah “untuk menambah wawasan literasi siswa, baik dalam menulis buku maupun membangun kebiasaan membaca siswa.” Pernyataan ini menegaskan bahwa literasi menjadi bagian integral dari pembinaan santri secara menyeluruh.

Dampak Positif LABIRIN bagi Santri
Kegiatan LABIRIN memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca, keberanian menulis, serta kemampuan santri dalam menyampaikan gagasan. Santri tidak hanya menjadi pembaca yang baik, tetapi juga calon penulis yang berani berkarya.
Literasi sebagai Penopang Program Unggulan Pesantren
Sebagai pesantren modern, SMP BQ memadukan literasi dengan program unggulan seperti tahfidz Al-Qur’an, Internalisasi adab, bahasa Arab & Ingris serta Informasi teknologi. Literasi menjadi jembatan yang menguatkan seluruh program tersebut agar berjalan lebih efektif dan bermakna.
Penutup
LABIRIN (Literasi Amanah Bina Qurani) bukan sekadar kegiatan, melainkan gerakan membangun budaya literasi santri. Melalui program ini, SMP BQ Islamic Boarding School menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman.




