Keberhasilan kurikulum bukan dilihat dari banyaknya teori dalam paket buku pelajaran. Melainkan dari output yang dihasilkan dari tercapainya target kurikulum. Salah satunya adalah prestasi di bidang robotik yang diraih oleh ananda Kanz Farras Naafi santri BQ Islamic Boarding School Jawa Barat.

Kanz Farras Naafi lahir di Bogor Jawa Barat, peraih Medali Emas ARS Robotic Battle of Technology pada tahun 2025. prestasi ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa pembelajaran teknologi informasi mendorong santri untuk terus berprestasi. Menjadi santri bukan halangan untuk menggapai prestasi dibidang IT, santri juga dapat berprestasi dengan mendalami nilai-nilai agama seiring berkembangnya zaman yang serba digital.

Keberhasilan santri dalam meraih berbagai prestasi tak lepas dari peran lingkungan pesantren yang mendukung. Melalui pendalaman kurikulum pendidikan yang telah terintegrasi dengan IT, santri dapat berperan aktif dalam keterampilan digital serta penguasaan teknologi. Tak hanya dalam materi pembelajaran, sarana dan pra sarana belajar santri pun mendukung dalam proses pembelajaran. Hal ini dibuktikan dengan raihan prestasi yang terus bertambah.

Prestasi Kanz Farras Naafi di bidang IT mengingatkan kita bahwa pendidikan di pondok pesantren juga dapat beriringan dengan teknologi. Artinya, santri juga tidak ketinggalan dengan perkembangan ere digital yang melaju dengan cepat. Selain prestasi di bidang robotik, Kanz juga pernah meraih berbagai kejuaraan di bidang PMR dari tingkat daerah hingga tingkat nasional.

Puncaknya adalah pada tahun 2026, Kanz Farras Naafi dinobatkan sebagai santri terbaik bidang akademik dalam event Haflu Takhrij Angkatan II. Prestasi itu ia raih sebagai bukti bahwa semangat dan ketekunan belajar menjadi kunci. Tentunya atas izin Allah serta doa dari ayah/bunda dari Kanz Farras Naafi.

Dari keberhasilan prestasi yang diraih ananda Kanz Farras Naafi, menunjukkan bahwa proses pembelajaran IT di BQ Islamic Boarding School memberikan kesempatan dan ruang bagi seluruh santri untuk lebih memahami, mengenal dan mengaplikasikan teknologi informasi secara baik dan lebih produktif.

Beberapa pencapaian ananda Kanz Farras Naafi antara lain adalah:

  • Juara ll Robot Trace Line Tahun 2026
  • Santri Terbaik Akademik Haflu Takhrij Angkatan ll Tahun 2026
  • Medali Emas ARS Robotic Battle of Technology Tahun 2025
  • Juara I Tingkat Jumbara PMR Kota Bogor Tahun 2025
  • Juara I Pertolongan Pertama PMR Tahun 2025
  • Juara Harapan I PMR Se-Bogor dan Depok Tahun 2025
  • Juara II RCC Festival di SMAN 9 Bogor Tahun 2025
  • Juara III Evakuasi PMR Calesta Se-Bogor Raya Tahun 2025
  • Juara Umum PMR Se-Bogor dan Depok Tahun 2025
  • Juara Harapan III PMR Putra Kota Bogor Tahun 2025

Deretan prestasi dalam kejuaraan yang beragam menunjukkan bahwa kemampuan santri tidak hanya berfokus pada satu bidang saja. Melainkan santri dapat mengembangkan kecerdasan intelektual melalui pendalaman kurikulum akademik dan kepedulian sesama manusia melalui kegiatan PMR di Bina Qurani.

Kurikulum IT BQ Islamic Boarding School mendorong santri agar mampu berpikir kreatif dengan project yang nyata. Robotik menjadi salah satu project dari ananda Kanz Farras Naafi. Dari situ, santri dapat berpikir lebih inovatif dengan produk nyata dan menguasai materi dengan prektek secara langsung. Sehingga diharapkan dengan adanya project tersebut, santri dapat menghasilkan karya yang bermanfaat di masa yang akan datang.

Dalam video testimoni bersama Ibu Rini selaku ibunda dari Kanz Farras Naafi, beliau mengungkapkan bahwa, “Hafalan qurannya alhamdulillah berjalan dengan baik, kemudian bacaan qurannya juga ada perkembangan yang cukup signifikan.” Dari wawancara tersebut bisa dilihat bahwa perkembangan ananda Kanz tidak hanya dalam bidang IT saja. Melainkan dalam bacaan dan hafalan quran pun berkembang dengan sangat baik.

Bagi orang tua, melihat anaknya meraih prestasi tentunya menjadi sebuah kebanggaan. Tapi yang gak kalah penting lagi adalah sang buah hati menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta bermanfaat bagi keluarga, lingkungan dan negara tercinta.

Kisah Kanz Farras Naafi semoga dapat menginspirasi kita betapa pentingnya belajar agama tanpa harus meniggalkan ilmu duniawi. Santri tidak harus selalu membawa kitab, santri juga ada kalanya membawa gadget sebagai media belajar dan menuntut ilmu. Semoga bermanfaat terima kasih!